Perubahan APBD 2018 Timbulkan Defisit Rp 1,371 Triliun

SEMARANG (Asatu.id) – Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Syarifuddin mengatakan, Perubahan APBD TA 2018 pada pos pendapatan yang semula sebesar Rp 24,413 triliun bertambah Rp 295,20 miliar sehingga menjadi Rp 24,780 triliun.

Sedangkan pada pos belanja yang semula sebesar Rp 24,993 triliun bertambah Rp 1,08 triliun, sehingga setelah perubahan menjadi Rp 26,79 triliun.

Perubahan tersebut, lanjut Syarifuddin, menimbulkan defisit sebesar Rp 1,371 triliun. Karenanya untuk menutup defisit tersebut diambil dari pembiayaan netto yang jumlahnya sama persis dengan defisit pada P-APBD TA 2018.

“Sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berjalan (Silpa) tentunya sesuai dengan peraturan perundangan-undangan harus terbagi habis, yaitu nihil” ujar Syarifuddin, di Gedung DPRD Jateng, Jumat (31/8).

Pernyataan Syarifuddin disampaikan kepada wartawan usai penandatanganan nota kesepakatan bersama tentang Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2018, antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan DPRD Jateng.

Syarifuddin berharap, setelah penandatangan nota kesepakatan KUPA-PPAS tersebut dapat mendorong percepatan prioritas program pembangunan di Jawa Tengah, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Karenanya untuk mewujudkan itu semua diperlukan kerja sama yang solid dan kerja keras antara eksekutif dan legislatif, guna membangun Jawa Tengah yang semakin maju, sejahtera, dan berdikari.

“Sinergitas dan harmonisasi politik anggaran seperti ini sangat diperlukan untuk mendukung pembangunan di Jawa Tengah, menuju Jawa Tengah sejahtera dan berdikari,” tuturnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *