Pemkot Semarang Perlu Tambah Jumlah ASN

SEMARANG (Asatu.id) – Semarang kekurangan tenaga aparatur sipil negara (ASN) hingga 3000 pegawai.
Hendrar Prihadi mengatakan selama 8 tahun ini pemerintah kota (pemkot) Semarang kehilangan kurang lebih 3000 ASN namun diadakan penambahan hanya sekitar 150 tenaga ASN. Hal ini dirasa Hendi kurang efektif, ditemui seusai pelantikan IKA Undip, Sabtu (1/9).
“Kita bisa optimalisasi ASN yang ada namun apabila banyak yang harus diurus, pekerjaan jadi tidak efektif,” ujar Hendi.
Meskipun dapat memiliki celah untuk merekrut non-ASN, Walikota Semarang itu menjelaskan jika non-ASN diperlukan untuk tenaga pelaksana sedangkan diperlukan ASN untuk tenaga pemikir.
“Untuk tenaga pemikir kita tidak bisa merekrut non-ASN karena standar gajinya berbeda. Tidak mungkin profesor hanya digaji sesuai UMK,” ungkap Hendi.
Sementara ini Hendi sedang berusaha meminta Kementrian Aparatur Negara (Kemenpan) dalam pengadaan tenaga ASN. Mengenai jumlah ASN yang dibutuhkan Hendi mengatakan jika idealnya Pemkot Semarang medapatkan kembali 3000 ASN, namun ini akan memberatkan anggaran sehingga harus dilakukan secara bertahap.
“Bertahap saja misal kluster untuk lulusan teknik, selanjutnya administrasi. Tetapi apabila dalam waktu dekat kita bisa mendapatkan 500 saja, sudah sangat membantu.”

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *