Tunggakan PBB di Kota Semarang Capai Rp 80 Milliar, Bapenda Galakkan Yustisi

SEMARANG (Asatu.id) – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang insentifkan yustisi ke beberapa objek pajak yang kedapatan menunggak dalam pembayaran Pajak Bumu dan Bangunan (PBB). Hal ini mengint, jumlah tunggakan PBB di Kota Semarang cukup besar yakni mencapai Rp 80 miliar.

Terkait hal itu,  Kepala Bidang Pajak Derah I Bapenda Kota Semarang, Saryono mengatakan, pihaknya saat ini terus lakukan yustisi ke beberapa objek, hal ini bertujuan untuk memberikan efek jera dan supaya segera melunasi kewajibannya.

“Tim yustisi memberikan penanda dan akan menutup paksa usaha para wajib pajak yang membandel,” Tegasnya.

Sepertihalnya Yustisi PBB yang dilakukan pada Kamis (30/08) siang oleh tim gabungan yang dipimpin Bapenda Kota Semarang. Di antara yang terjaring yustisi lagi-lagi adalah Hotel Semesta yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Semarang. Hotel ini didatangi petugas lantaran menunggak PBB mencapai Rp 600 juta sejak tiga tahun terakhir.

Karena belum ada kepastian kapan akan membayar, hotel ini oleh petugas ditandai dengan spanduk besar bahwa objek pajak tersebut belum melunasi PBBnya. Selain Hotel Semesta, sebuah SPBE di Jalan Raya Semarang-Kendal juga didatangi tim yustisi PBB dan dilakukan penandaan yang sama.

Saryono menjelaskan penindakan tersebut sudah melalui prosedur yang ada, yakni seperti diawali dengan diberi surat peringatan, namun tidak dihiraukan.

“Untuk itulah jika dalam tiga bulan ke depan tidak ada konfirmasi akan melunasi kewajibannya, kami bersama Satpol PP akan menghentikan operasi usaha di objek pajak tersebut” imbuhnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *