Anggota Komisi X DPR RI Optimis Joglo Semar Jadi Destinasi Unggulan

SEMARANG (Asatu.id) –  Anggota Komisi X DPR RI A Mujib Rohmat mengatakan, penerbangan langsung ke Semarang dari rute internasional perlu ditambah demi pengembangan pariwisata di Jawa Tengah.

Hal itu disampaikannya di sela-sela Bimbingan Teknis Pengembangan Destinasi Pariwisata dalam Rangka Kegiatan Tourism Integrated Masterplan, di Hotel Dafam, Semarang, Kamis (30/8).

Menurutnya, Semarang yang masuk dalam jaringan Jogja-Solo (Joglo Semar), merupakan salah satu destinasi unggulan untuk menciptakan 10 Bali baru di Indonesia.

“Saya akan berbicara dengan maskapai Emirates agar bersedia membuka rute penerbangan langsung dari Semarang ke negara tujuan umroh, karena banyak warga Jateng yang umroh,” terangnya.

Ia menjelaskan, setiap tahun sekurangnya 7 ribu warga Jateng melakukan ibadah umroh. Ia yakin kerjasama tersebut akan terwujud dengan keberadaan Bandara Ahmad Yani yang mumpuni,.

“Pelaku usaha pariwisata di Semarang dan Jateng pada umumnya juga mulai dapat membuka paket-paket wisata agar turis dari Arab dan sekitarnya bisa datang ke sini,” harapnya.

Mujib menegaskan, pariwisata telah menjadi penyumbang devisa terbesar kedua bagi negara setelah CPO. Laju pertumbuhan pertahunnya bahkan mencapai 22,4 persen, di mana sektor ini dapat menyumbang devisa sebesar Rp 203 triliun di tahun 2017. Ia juga mengakui keberadaan destinasi wisata religi, memiliki daya pikat yang sempurna.

“Kita punya MAJT dan destinasi wisata halal, selain itu keberadaan Borobudur juga mampu menjadi daya tarik mereka untuk datang ke Jateng,” tukasnya.

Ia menambahkan, di tahun 2019 sudah ditetapkan target 20 juta wisman dengan sumbangan devisa mencapai Rp 280 triliun. Ia menjelaskan pihaknya di Komisi X DPR sangat mendukung langkah pemerintah itu.

Sementara itu, Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Kemenpar RI Indra Ni Tua menambahkan, di tahun 2014 sektor pariwisata hanya mampu menjadi penyumbang terbesar keempat negara. Namun setelah itu, sektor pariwisata terus menunjukkan tajinya dengan menduduki peringkat dua penyumbang devisa negara.

“Pariwisata telah mampu menjadi penggerak ekonomi warga. Karenanya, pihaknya berharap Bimtek ini mampu melahirkan masterplan wisata yang saling terintegrasi,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *