Ita : Festival Kali Tenggang Bisa Masuk Kalender Tahunan

SEMARANG (Asatu.id) – Berbagai lomba tradisional memeriahkan Festival Kali Tenggang 2018, Minggu (26/8).

Ada tiga macam lomba yang meramaikan festival tersebut, yakni lomba Titian bambu Pupung yang dilumuri oli. Dimana peserta melompat untuk meraih berbagai hadiah yang sudah disediakan didalam botol yang diikat diatas sungai.

Lalu, lomba lainnya menangkap bebek yang dilepas di dalam sungai, dan yang tetakhir adalah lomba balap perahu dengan jarak sekitar 200 meter. sementara para peserta lomba adalah warga dari tujuh kelurahan di Kecamatan Gayamsari.

Terkait hal itu, Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang ikut serta menyaksikan perlombaan Festival Kali Tenggang itu mengatakan, Festival Kali Tenggang diharapkan dapat menjadi Festival tahunan, dan menjadi destinasi wisata tahunan yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.

“Sangat luar biasa antusias masyarakat. Semoga tradisi Festival Kali Tenggang ini menjadi kalender tiap tahun karena memiliki keunikan dan merupakan destinasi wisata yang memiliki daya tairik terhadap wisatawan,” Katanya.

Lebih lanjut, Ita sapaan akrab Wakil Walikota Semarang itu mengungkapkan, melalui kegiatan tersebut kedepan warga disekitar Kali Tenggang dapat merasakan dampak positif terutama dalam hal pergerakan ekonomi di wilayah tersebut.

“Melalui kegiatan ini, warga sekitar Kali Tenggang dapat merasakan dampak positif dan ikut menjaga kebersihan sungai karena merasa memiliki dan diharapkan ada kehidupan di dalam sungai seperti ikan-ikan yang dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar,”ungkapnya.

Sementara Ketua Panitia Festival Kali Tenggang Mulyadi menambahkan bahwa Festival Kali Tenggang 2018 digelar merupakan awal dari kegiatan Banjir Kanal Timur kelak setelah pembangunan normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) selesai.

“Saya optimistis nanti setelah Banjir Kanal Timur selesai, segala kegiatan untuk memeriahkan Kota Semarang tak akan kalah dengan kegiatan yang digelar di Banjir Kanal Barat (BKB),” katanya.

Senada, Camat Gayamsari Didik Dwi Hartono mengatakan, Festival Kali Tenggang 2018 digelar diikuti warga tujuh kelurahan. Kegiatan ini unik karena tidak dimiliki kecamatan lain lantaran Kecamatan Gayamsari memiliki Kali Tenggang dengan kedalaman 5 sampai 6 meter dan diharapkan dapat untuk mengatasi banjir di wililayah Kaligawe dan sekitarnya.

“Kami memanfaatkan Kali Tenggang untuk menggelar tradisi yang dapat menjadi kalender tahunan dengan menggelar puncak acara HUT Kemerdekaan RI ke-73 ini,” ungkapnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *