Pemkot Sewa Lahan Masjid Agung Semarang untuk Relokasi PKL Barito

SEMARANG (Asatu.id) – Sebanyak 538 pedagang kaki lima (PKL) Barito yang ikut wilayah Kelurahan Karangtempel, Semarang Timur akan direlokasi ke area tanah banda Masjid Agung Semarang (MAS). Relokasi direncanakan mulai awal September 2018 dengan menempati area seluas 1,2 hektare.

Kabar kepastian relokasi itu diperoleh setelah Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama tim Pemkot melakukan rapat dengan Yayasan Nadzir Wakaf Banda MAS, di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Rabu (22/8).

Rapat juga dihadiri para pengurus yayasan, antara lain Ketua Yayasan Prof Dr KH Noor Achmad MA, Ketum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi, Drs KH Ali Mufiz, Drs KH Muhyiddin MAg, KH Hanief Ismail, dan Drs KH Ahyani MSi.

Hendi, panggilan akrab wali kota, menjelaskan, dari 5.000 lebih PKL Barito, sebagian besar sudah berhasil direlokasi ke beberapa tempat, antara lain Pasar Barito Baru di Penggaron. Sementara 538 PKL menolak relokasi dengan alasan lokasi baru kurang representatif dan tidak muat untuk menampung pedagang.

Dengan alasan itu, para PKL lebih memilih untuk bertahan di Barito meski lokasinya bakal digusur karena terdampak pembangunan normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT) sebagai bagian dari penataan Kota Semarang.

“Menurut saya wajar bila ada yang keberatan direlokasi. Sebab, mereka telah lama tinggal di kawasan tersebut. Kita tidak asal bongkar tapi juga memfasilitasi dengan menyediakan tempat baru,” kata Hendi.

Terkait lahan relokasi, Hendi menandaskan, sewa tanah di Banda MAS tersebut sebagai solusi terbaik untuk para pedagang. Di samping lokasinya strategis, yakni persis di belakang MAJT, luasnya juga representatif. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *