Elsje Ingin Pelajari Seni Barongan lewat Kelompoknya di Amsterdam

BLORA (Asatu.id) – Wajah Elsje Plantema tampak sumringah menyaksikan penampilan grup kesenian Barongan yang dimainkan sejumlah anak-anak Blora. Sesekali, bersama teman-teman rombongannya, Elsje tertawa dan bertepuk tangan, lalu mengambil video camera dan mengabadikannya.

Elsje Plantema adalah pimpinan rombongan dari Site Performance International Gamelan Festival dari Amsterdam, yang dibawa Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, dalam kegiatan “Anjangsana Kebudayaan” di Kabupaten Blora, Rabu (15/8).

Anjangsana Kebudayaan adalah pra event dari Internasional Gamelan Festival (IGF), yang terpusat di Solo. Pra event IGF, digelar di beberapa daerah di Jawa Tengah, yakni Solo, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Blora, dan Boyolali, mulai 12-16 Agustus 2018.

Di Amsterdam, Elsje juga menjadi pimpinan dari kelompok seni Wido Sari. Karena komitmennya ikut memajukan kesenian Indonesia, Elsje mendapat undangan dari Kemendikbud dalam gelaran Internasional Gamelan Festival (IGF) 2019.

Elsje menjelaskan, untuk kelompoknya yang berasal dari Amsterdam, Belanda, Jepang, dan London, Inggris itu, juga belajar seni Barongan, meski dasarnya belum ada.

“Menarik sekali untuk dipelajari, meski begitu saya juga akan mencoba memberikan pelajaran seni Barongan kepada teman-teman di Amsterdam. Namun, karena saat ini dasarnya saya belum ada, dan masih akan terus belajar, nanti akan saya bawa ke Amsterdam seni ini untuk dipelajari,” bebernya.

Seusai menyaksikan seni Barongan, rombongan pun dibawa menyusuri kawasan pengeboran minyak, di Pengeboran Minyak Tradisional Kabupaten Blora, dengan suasana penuh pepohonan yang masih rimbun di area masuk kawasan pengeboran minyak tertua di Indonesia itu.

Melintasi jalan menanjak, rombongan diajak menyusuri kawasan yang penuh dengan titik pengeboran minyak secara tradisional. Ada beberapa titik lokasi yang jaraknya tidak berjauhan, sumur-sumur minyak itu, masih terus memproduksi minyak mentah yang dibor secara tradisional itu.

Selain itu, rombongan juga berkunjung ke Heritage Loko Tour Ngelo, Cepu, untuk menyaksikan seni budaya Barongan dan Ledek, sebelum akhirnya mencoba naik loko uap menyusuri hutan jati. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *