Siswa Lomba, Guru tidak Ingin Ketinggalan

SEMARANG (Asatu.id) – Suasana Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 sudah mulai terasa. Salah satunya di SMA Negeri 3 Semarang, yang sudah mulai melaksanakan berbagai lomba dan kegiatan lainnya sejak Rabu (15/8).

Berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya yang mengkhususkan siswa untuk mengikuti lomba, di SMA N 3 Semarang ini para guru juga tidak ingin melewatkan momen perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan sia-sia. Mereka antusias mengikuti perlombaan seperti halnya siswa, dengan kebahagiaan yang sama lepasnya.

Pujiono, Pembina OSIS SMA N 3 Semarang mengatakan, perlombaan untuk guru tersebut memiliki arti tersendiri. Menurutnya, peringatan ini adalah sebuah kewajiban bagi guru sebagai warga negara untuk memperingati Hari Kemerdekaan.

“Untuk guru, di samping guru sibuk dan jenuh dengan tugas sehari-hari mengajar, mengerjakan RPP, menilai kemudian membuat evaluasi tentu bapak atau ibu guru juga menjadi kewajiban dari Republik Indonesia harus ikut,” tuturnya.

Pujiono menambahkan, perlombaan itu merupakan salah satu cara agar para guru dapat tetap bahagia dalam peringatan Hari Kemerdekaan di tengah-tengah kesibukan menggarap tugas sekolah.

“Anak-anak melihat sendiri bahwa bapak ibu guru begitu semangatnya mengikuti lomba dan kita terus memotivasi mendorong agar bapak atau ibu guru di luar kesibukannya mereka juga harus ikut aktif mengikuti lomba dan merasakan bagaimana bahagianya merasakan memperingati hari kemerdekaan RI dengan berbagai lomba yang sifatnya hiburan, semangat dan nasionalis,” paparnya.

Adanya lomba antarguru tersebut, Pujiono berharap dapat menumbuhkan semangat nasionalis para guru. Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu wadah untuk merekatkan hubungan baik antarsiswa, antarguru maupun siswa dengan guru.

“Jangan dikira hanya anak-anak saja yang berlomba tapi kita pun lomba dan lombanya ditampilkan di sisi anak-anak. Ini juga salah satu upaya nasionalis, sosialis, MGMP, tanpa batas tetapi mereka berada dalam posisinya. Dengan begitu kerekatan hubungan antar guru dan guru dan murid semakin erat,” tegasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *