Dengar Cerita Retno, Ganjar Terinspirasi Ingin Buat Jalur Sepeda

SEMARANG (Asatu.id) – Dalam rangka Dialog Nasional yang diselenggarakan oleh Kemenhub, Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi menyinggung soal angka kecelakaan lalu lintas di negara tempat ia pernah menjabat sebagai Duta Besar yakni Norwegia dan Belanda. Ia mengatakan, kedua negara itu memiliki tingkat kecelakaan sedikit di Eropa.

“Kebetulan sebelum di Belanda saya jadi Duta besar di Norwegia. Ternyata Norwegia itu adalah negara dengan kecelakaan berkendara paling kecil se-Eropa. Jadi angkanya adalah 26 per satu juta. Sementara Belanda nomer 6 se-Eropa dengan kecelakaan lalu lintas paling sedikit angkanya 37 per satu juta,” ungkapnya, Minggu (12/8).

Ia mengatakan, selama tinggal di negara-negara itu dirinya senang bersepeda. Ia mengaku hampir setiap hari menggunakan sepeda.

“Sepeda itu tentunya sehat. Saya menyadari betul waktu saya jadi duta besar di Belanda, setiap hari kecual salju turun atau malam udara drop sehingga jalannya menjadi licin biasanya saya naik sepeda antara wisma sampai kedutaan itu. waktu sepedanya sekitar sejam jadi cukup,” tuturnya.

Mendengar hal itu, Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo terinspirasi untuk membuat jalur-jalur sepeda di perkotaan. Menurutnya, jika dibuat jalur sepeda orang-orang akan memperoleh ruang yang hebat.

“Saya jadi terinspirasi dari yang disampaikan Bu Menlu. Mungkin nggak ya di kota-kota itu kita buka jalur-jalur sepeda,” katanya.

Ganjar melanjutkan, di Negara-negara dengan angka kecelakaan yang kecil, lingkungan sangat bersahabat. Ia mengaku aman berlalu lintas saat berada di negara-negara itu.

“Di Belanda itu asyik-asyik banget, sepeda berkeliling pagi-pagi muter-muter mereka mendapatkan ruang paling hebat. Di Polandia saya kaget, suatu ketika saya mau jalan udah jalan aja gak usah lihat kanan-kiri bahkan gak ada zebra cross,” imbuhnya.

Ia menekankan, masyarakat sepatutnya menyontoh negara-negara tersebut dengan menanamkan nilai-nilai positifnya.

“Ternyata mereka sudah doktrin nilai bersama, bahwa siapapun yang nyebrang, kendaraan otomatis kecepatannya berkurang dan itu nilai di negara itu. Hal-hal baik ini kita coba sampaikan,” tandasnya.

13

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan