Malam Nanti Puluhan Tokoh Ramaikan Milad ke-74 Gus Mus

SEMARANG (Asatu.id) – Puluhan tokoh lokal maupun nasional, akan datang dan tampil dalam perhelatan Milad ke-74 KH Mustofa Bisri atau Gus Mus bertajuk ”Mata Air Gus Mus” di Jalan Pandanaran II nomor 10, Mugassari, Semarang, Sabtu (11/8) nanti malam.

Acara yang terbuka untuk umum dan gratis ini akan dimulai sekitar pukul 19.30 dengan penampilan pelajar dari SMK 8, dilanjutkan tarian menandai dibukanya perhelatan ini.

Kemudian tampil kelompok musik puisi dari Semarang, Poemblusukan, lalu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang, Ahmad Daroji bercerita tentang sosok Gus Mus.

Berikutnya pembacaan puisi sesi pertama oleh Niken Ardana Reswari, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, serta politisi yang merupakan Ketua DPW PPP Jateng, Masruhan Samsurie. Setelah itu Choliq Arief memberikan testimoni.

Pembacaan puisi dilanjutkan oleh penyair asal Surakarta, Sosiawan Leak dengan dua puisi berjudul ”Gus, Bicaralah!” dan ”Dunia Bogambola”. Masyarakat yang menonton akan menikmati video biografi Gus Mus yang digarap oleh sutradara film asal Semarang, Anto Galon. Fragmen perjalanan hidup kiai kelahiran Rembang, Agustus 1944 tersebut ditampilkan dalam audio visual.

Usai pemutaran video, Chief Executive Officer (CEO) Suara Merdeka, Kukrit Suryo Wicaksono menyambut dengan baca puisi. Tokoh Tionghoa Kota Semarang, Harjanto Halim juga akan mengungkapkan kesan-kesannya terhadap sosok Gus Mus.

Layar proyektor kembali memutar video. Kali ini video dokumentasi Djoko Susilo saat berproses melukis Gus Mus. Suara merdu dari Endah Sri Murwani atau lebih dikenal dengan nama Endah Laras menampilkan musik puisi yang berasal dari puisi Gus Mus bertajuk ”Aku Tidak Bisa Bernyanyi Lagi”. Penyanyi kelahiran Sukoharjo, Agustus 1976 ini tampil bersama permainan ukulele.

Tokoh yang tampil berikutnya adalah penyair yang merupakan alumnus SMA 1 Semarang, Sitok Srengenge. Dilanjutkan budayawan Prie GS, tampil secara khusus untuk Gus Mus.

Putri kedua Quraish Shihab yang dikenal dengan program gelar wicara Mata Najwa, Najwa Sihab juga membaca puisi sekaligus bertestimoni.

Setelah itu tiga penyair kenamaan, Sutardji Calzoum Bachri, Zawawi Imron, dan Timur Sinar Suprabana secara berurutan tampil membaca puisi. Perupa asal Yogyakarta yang telah meraih setidaknya tiga penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melakukan demonstrasi melukis.

Tokoh Islam liberal kelahiran Pati, Ulil Abshar Abdalla, juga akan memberikan testimoni. Dilanjutkan pemutaran film karya Anto Galon berjudul ”Gus Muslih”. Film tersebut diangkat dari cerita pendek (Cerpen) karya Gus Mus berjudul sama. Menampilkan komedian legendaris, Qomar, sebagai aktor utama.

Kemudian secara berurutan akan tampil penyair Joko Pinurbo, Emha Ainun Najib (Cak Nun), dan penampilan musik dari Sujiwo Tedjo. Di momen ini, Gus Mus juga tampil di panggung. Ditutup dengan doa oleh Kiai Charis Sodaqoh serta penutupan dari Prie GS.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *