Ini Kesaksian Ketua RT Tempat Tinggal Terduga Teroris di Manyaran

SEMARANG (Asatu.id) – Gerak-gerik Angga (35), terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Anti Teror di Manyaran, ternyata sudah lama dalam pengawasan petugas. Ayah enam anak itu akhirnya disergap Tim Densus 88 saat melintas di jalan kawasan Ngaliyan, Sabtu (4/8).

Oleh para tetangganya, Angga dikenal sebagai sosok yang jarang bersosialisasi. Bahkan ia juga tidak pernah ikut kumpulan rutin RT atau kegiatan masyarakat lainnya.

Hal itu dibenarkan Ketua RT 6 RW 5, Kelurahan Manyaran, Ahmad Nurhadi, ketika dikonfirmasi beberapa wartawan di rumahnya, Minggu (5/8).

“Orangnya sulit dan tidak pernah bergaul dengan warga lainnya. Bahkan saya pernah minta dia pasang bendera saja juga tidak mau,” kata Nurhadi.

Nurhadi juga mengaku dirinya dimintai izin petugas dan mengantarnya ke rumah Angga untuk penggeledahan. Para petugas datang Sabtu sore sekitar pukul 16.00.

“Intinya minta izin mau menggeledah salah satu warga saya. Yang ketok pintu juga saya, dibuka lalu polisi masuk, dan kemudian menggeledah. Kira-kira sekitar satu jam. Bawa barang bukti seperti buku jihad dan handphone,” papar Nurhadi.

Kini rumah Angga tampak sepi, meski istri dan enam anaknya masih ada di dalamnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *