Proses Pembuatan KIA Alami Kendala Mesin Cetak

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Semarang Adi Tri Hananto menuturkan proses pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) saat ini tengah mengalami kendala.

Kendala tersebut lantaran minimnya kapasitas dan kemampuan mesin cetak yang tidak memadahi karena kapasitas mesin cetaknya hanya mampu mencetak sebanyak 400 KIA per hari.

Sementara, ada sejumlah 16 ribuan pemohon KIA yang saat ini mengantri proses pembuatan KIA.

“KIA Jumlah totalnya fluktuatif, bahkan cenderung kapasitas kami kurang. Pemohon kami sekarang yang menunggu antrian sudah 16 ribuan (anak). Mesin cetak kami kemampuanya hanya mencetak sebanyak 400 KIA sehari. Jadi ini bisa panjang sekali,” terangnya, Rabu (1/8).

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya berupaya menambah jumlah mesin cetak yang dimiliki oleh Kantor Dispendukcapil Kota Semarang supaya proses pembuatan KIA bisa lebih dipercepat.

Meskipun sampai saat ini dirinya mengaku masih belum mengetahui anggaran darimanakah pengadaan mesin cetak KIA itu.

“Kami akan berupaya untuk melakukan penambahan mesin-mesin cetak. Kalau anggaran nanti tidak ada, mungkin nanti saya akan cari-cari kemana lah,” ungkapnya.

Adi menjelaskan, ada sebanyak 400 ribuan anak yang berusia dibawah 17 tahun di Kota Semarang yang harus dan wajib memiliki KIA yang telah diprogramkan oleh Pemerintah Pusat pada pertengahan tahun 2017 tahun yang lalu itu.

Namun, dari total anak yang harus memiliki KIA itu hanya sebanyak 3 sampai 4 persen anak Kota Semarang yang sudah memiliki KIA.

“Kalau yang wajib KIA itu di Semarang suda 400 ribuan lebih untuk usia 17 tahun ke bawah. Ini masih sekitar baru 3 atau 4 persen. Saya kira itu karena kemampuan cetak kami butuh pembenahan juga justru problemnya di kami karena kita harus menyelesaikan yang 16 ribu. Itu saja butuh waktu sebulan untuk meyelesaikanya,” jelasnya.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *