Penyalahgunaan Narkoba Lebih Serius Dibanding Korupsi dan Terorisme

SEMARANG (Asatu.id) – Kasubsi Intelijen Kejaksaan Negeri Cabang Pelabuhan Tanjung Emas, Nala Arjhunto mengingatkan, dampak dan bahaya penyalahgunaan narkoba lebih serius dibanding korupsi dan terorisme, karena dapat merusak otak.

Penegasan Nala Arjhunto disampaikan saat memberikan penyuluhan dan sosialisasi tentang bahaya narkoba di SMK Pelayaran Wira Samudera, Jalan Kokrosono Nomor 70 Semarang, Rabu (1/8).

Nala Arjhunto juga menandaskan bahwa jalur peredaran barang haram itu telah merambah ke banyak wilayah dan kalangan dengan berbagai cara.

“Sementara untuk jalur masuk narkoba bisa melalui darat, laut maupun udara. Bahkan, jaringan narkoba bisa dikendalikan dari dalam lapas (lembaga pemasyarakatan),” jelasnya.

Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada kalangan pelajar, menurut Nala Arjhunto, merupakan bagian dari program Jaksa Masuk Sekolah yang digagas Jaksa Agung Republik Indonesia, M Prasetyo.

“Tujuannya agar menjauhkan anak-anak sekolah dari jeratan narkoba. Kami juga memperkenalkan hukum kepada anak-anak sekolah sejak usia dini, agar mereka sadar dan melek hukum,” tuturnya.

Kegiatan yang diikuti para siswa dan guru itu juga menampilkan nara sumber lain dari Gerakan Nasional Anti Narkotika (Gannas Annar)-MUI Jateng, Zaenal Abidin Petir.

Kepala Sekolah SMK Pelayaran Wira Samudera, Agus Joko, menyambut positif kegiatan tersebut. Dengan cara penyuluhan dan sosialisasi dari pihak terkait, para pelajar bisa mengetahui betapa sangat bahayanya penyelahgunaan narkoba.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *