Jongkie Tio: Presiden Soekarno Marah, Lalu Suruh Bangun Kawasan Simpang Lima

SEMARANG (Asatu.id) – Kota Semarang telah mengalami banyak perubahan khususnya alun-alun maupun pusat Kota yang berada di Simpang Lima Semarang. Kawasan Simpang Lima ini pada zaman dahulu merupakan rawa-rawa tempat tumbuhnya sayuran bayam dan kangkung.

Kini menjadi pusat Kota Semarang, bahkan tahun depan dikabarkan pusat Kota Atlas ini akan dibangun Underpass yang memakan anggaran hingga triliunan rupiah.

Hal tersebut dikatakan sejarawan dan pemerhati Kota Semarang, Jongkie Tio saat acara talkshow yang digelar salah satu radio di Kawasan Simpang Lima Kota Semarang baru-baru ini.

“Hilangnya ruang terbuka, kalau dulu di Jalan Pahlawan masih sawah kanan kirinya, Kawasan Pekunden dulu kebun sayur, Simpang Lima dulu rawa-rawa. Dulu jalan tidak selebar sekarang ini,” jelasnya

Fakta sejarah diungkap oleh Jongkie Tio sebelum ada Kawasan Simpang Lima menjadi pusat Kota Semarang, pusat Kota Semarang berada di Alun-alun Masjid Besar Kauman yang menjadi satu Kawasan Pasar Johar dan Pasar Yaik Kota Semarang.

Jongkie mengungkap, sejarah jika Kawasan Simpang Lima dibangun, pada saat itu pertama kali oleh Pemerintah RI karena Presiden Pertama Ir Soekarno marah dan mengamuk.

Alasan kemarahan Soekarno, Alun-alun sebagai ikon pusat Kota Semarang dipindahtangankan pengelolaanya kepada pihak ketiga atau swasta. Apalagi, saat itu para ulama juga kecewa karena menara Masjid Kauman Kota Semarang dirobohkan oleh pihak ketiga atau swasta, padahal sudah menjadi ikon Alun-alun sebagai Pusat Kota Semarang.

“Sejarahnya, Presiden Soekarno marah dan mengamuk, dia (Soekarno) suruh buat Simpang Lima karena Alun-alun (depan Masjid Besar Kauman) diberikan ke pihak ketiga oleh pemerintah setempat. Menara dirubuhkan dan akhirnya terjadi kekecewaan para ulama,” ujarnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *