Atasi Lonjakan Harga Daging Ayam, Dinas Perdagangan akan Undang Peternak

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Perdagangan Kota Semarang, akan segera mengirimkan surat dan mengundang peternak unggas untuk mencari solusi bersama mengatasi harga daging ayam yang melonjak.

Sikap ini diperlukan supaya pedagang masih tetap bisa mematuhi anjuran pemerintah, tanpa harus memengaruhi permasalahan teknis produksi dan pendistribusian ke pasar tradisional maupun modern.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, kenaikan harga daging ayam di beberapa pasar tradisional maupun modern karena adanya aturan dari pemerintah pusat yang mengimbau peternak ayam untuk membesarkan ayam secara organik.

Faktor kenaikan lainnya adalah pengaruh dari harga pakan ayam yang naik. Dua hal itu berpengaruh pada lamanya proses produksi dan distribusi, sehingga seolah-olah membuat daging ayam mengalami kelangkaan dan harganya menjadi melambung.

“Sebelumnya kan pakai suplemen, 25 hari sudah bisa didistribusikan. Namun sekarang diganti pakai organik, jadi bisa sampai 40 hari baru bisa didistribusikan,” terang Fajar, di sela-sela memimpin sidak timnya di beberapa pasar, Jumat (27/7).

Untuk minggu ini kenaikan harga daging ayam kembali mengalami kenaikan sampai Rp 40.000 per kilogram. Bahkan di pasar modern mencapai Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu per kilogram karena faktor kemasannya yang berbeda.

Banyak warga menyampaikan kekhawatiran kenaikan harga daging ayam akan diikuti kenaikan harga bahan pokok lainnya.

Namun dari sidak tim Dinas Perdagangan Kota Semarang, harga-harga bahan pokok mulai dari cabai, bawang, sampai telur tetap stabil.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *