Ketua DPC Demokrat Nyaleg Gunakan Nama Alias di Surat Suara

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua DPC Partai Demokrat Kota Semarang, Wahyu Winarto, merasa lega setelah hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Suranto, mengabulkan permohonannya terkait sidang persamaan nama untuk kepentingan pencalegan.

Dalam keseharian, Wahyu Winarto disapa Liluk. Sehingga untuk kepentingan pencalonannya pada pemilihan legislatif (Pileg) DPRD Kota Semarang 2019, ia mengajukan persamaan nama ke PN Semarang.

”Mengabulkan permohonan pemohon, menetapkan bahwa Wahyu Winarto dan Liluk panggilannya adalah sama,” kata hakim Suranto saat membacakan amar putusannya dalam sidang di PN Semarang, Kamis (26/7).

Oleh hakim, Liluk juga dibebani biaya perkara sebesar Rp 216 ribu. Hasil putusan hakim dalam sidang di pengadilan itu nantinya harus diserahkan ke KPU Kota Semarang. Dengan penetapan pengadilan, selanjutnya KPU akan mencetak surat suara dengan nama asli dan dilengkapi nama panggilan atau aliasnya.

Wahyu Winarto alias Liluk, selain menjadi Ketua DPC Partai Demokrat, juga dikenal sebagai manajer PSIS Semarang.

Sidang penetapan nama alias untuk Liluk terbilang singkat. Menurut pria humoris itu, dirinya hanya menjalani sidang tiga kali. Dimulai dari tahapan pembacaan permohonan, penyerahan bukti, serta pemeriksaan saksi-saksi. ‘

“Saya harus menghadirkan saksi teman-teman sejak kecil, karena Liluk memang nama panggilan saya sejak kecil. Itu panggilan akrab,” tutur Liluk yang maju lewat Dapil I Semarang Barat dan Semarang Selatan.

Permohonan penetapan nama alias, sebelumnya juga pernah diajukan oleh anggota DPRD Jateng dari Partai Demokrat, AS Sukawijaya, yang lebih dikenal dengan panggilan akrab Yoyok Sukawi.

”Mas Yoyok itu nama aslinya AS Sukawijaya, tapi akrab dipanggil Yoyok Sukawi. Untuk soal permohonan nama alias, saya termasuk yang mengikuti jejak Mas Yoyok,” tambah Liluk.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *