PKL Mlatiharjo dan Bugangan Minta Pembangunan Kios Pengganti Dipercepat

Sumarti, salah seorang PKL Mlatiharjo yang tinggal di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT), mengaku tidak mempermasalahkan kiosnya dibongkar karena untuk kepentingan masyarakat yang lebih besar.Hanya saja, Sumarti berharap secepatnya bisa mendapat tempat tinggal pengganti yang layak sehingga tidak telantar di jalanan.

Suwarto, PKL di Kelurahan Bugangan juga menyatakan hal yang sama. Dirinya tidak menolak dipindahkan, namun untuk sementara minta waktu sampai akhir Juli ini untuk memindahkan barang dagangannya.

“Mau saya pindahkan langsung ke Pasar Klitikan Barito Baru tapi kios di sana belum jadi. Jadi bingung mau naruh barang di mana. Rencananya, saya akan meminjam tempat di rumah teman di daerah Tlogosari untuk meletakkan barang sementara,” tutur Suwarto.

“Begitu kios di Pasar Barito Baru selesai, saya akan kembali memindahkannya,” tambahnya.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, dari 75 bangunan yang dibongkar, 40 bangunan berada di Kelurahan Mlatiharjo dan 35 bangunan di Bugangan. Masih ada sekitar 50 bangunan di dua kelurahan tersebut yang belum dibongkar.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *