Kasus Anak Didominasi Kekerasan Seksual

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Seksi perlindungan anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah, Siti Ilma Patriyani mengungkapkan kekerasan terhadap anak pada tahun 2017 mencapai 1.337 kasus dan di tahun 2018 sudah terdapat 424 kasus.

Hal ini dikatakannya usai dialog terbuka prime topic bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional dengan tema Melindungi dan Menyejahterakan Anak di Quest Hotel, Semarang, Senin (23/7).

“Kasus anak didominasi adanya kekerasan seksual. Kalau melihat datanya sudah darurat. Anak anak di luar sana sudah terancam dari pornografi, narkoba dan kekerasan. Maka perlu dilakukan pencegahan,” katanya.

Elma sapaan akrabnya mengatakan, kekerasan seksual masih menduduki peringkat pertama di Jawa Tengah, dan kota semarang memiliki kasus terbanyak dari jumlah 424 kasus kekerasan tersebut.

“Ironisnya pelakunya kekerasan seksual adalah orang terdekat,” imbuhnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk aktif melapor ke Layanan Terpadu Jawa Tengah yang telah dibuka di 35 kabupaten/kota.

“Di tempat kami terdapat mekanisme, masyarakat silakan aktif melapor bila terdapat kasus kekerasan anak di pelayanan terpadu dinas terkait di 35 kabupaten/kota,” ujarnya.

Elma menegaskan, Pemprov bekerja menjaring tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk ikut serta menyelesaikan masalah kekerasan tehadap anak tersebut.

“Kami berjejaring banyak pihak untuk menyelesaikan masalah ini ada dinas terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat dan peran serta tokoh masyarakat maupun tokoh agama,” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *