Tidak Sekadar Start-Up, Tapi Juga Ciptakan Pergerakan

CEO Lindungi Hutan/Hario Laskito A/Ida-Asatu.id

SEMARANG(Asatu.id) – Era teknologi memberikan banyak kemudahan bagi orang-orang untuk melakukan komunikasi dan berbagai aktivitas lain. Hal itu juga memberikan peluang seseorang untuk melakukan aktivitas bisnis seperti yang akhir-akhir ini gencar dilakukan pebisnis start-up untuk memperoleh profit.

Terlepas dari profit non profit, ada pula yang memilih bisnis start-up untuk menciptakan pergerakan. Hal itulah yang dilakukan oleh Hario Laskito Ardi, alumni mahasiswa Pascasarjana Undip yang kini menjabat sebagai Ceo Lindungi Hutan.

Berawal dari ketertarikan terhadap dunia traveling dan eksplore lingkungan, pria asal Kediri itu terenyuh dengan permasalahan lingkungan saat ini. Ia menceritakan, hasil perjalanannya di Tanjung Mas Semarang membuatnya harus melihat fenomena alam yang mana banyak rumah terkena abrasi dan erosi.

Keadaan itu mendorongnya untuk melakukan aksi yang dapat membantu masyarakat sekitar. Di sana Ia menemui Pak Junaedi, Ketua Kelompok Camar yang membudidayakan dan merawat pohon mangrove di sekitar sana. Namun sayangnya, banyak orang yang tidak tahu aksi baik dari Pak Junaedi itu.

Dari sanalah Hario berinisiasi membuat suatu Platform Crowdsoursing atau penggalangan dana dengan join aktivitas penanaman di daerah hutan, sehingga dibuatlah start-up Lindungi Hutan.

Saat ditemui Asatu.id, Hario berbagi tentang perjalanannya dalam menyosialisasikan lindungi hutan yang memuai banyak lika-liku. Mulai diusir dari kontrakan, konflik, terjebak banjir rob hingga mengalami kecelakaan. Bahkan, Ia juga harus menerima ketika teman-temannya tidak mendukung aksi baiknya itu lantaran tidak dapat memberikan profit.

Tidak menyerah sampai di situ, Hario semakin bersemangat untuk menggalakkan aksinya hingga menemukan orang-orang yang sevisi dengannya. Satu-persatu rekan ia temukan dalam mencapai tujuannya.

Apa tujuannya? Ketika ditanya apa yang mendorong ia tetap bertahan mengampanyekan alam, jawabannya adalah impact yang dihasilkan. “Impact yang kita bisa hasilkan adalah ketika kita bisa mencapai tujuan kita. Impact bukan hanya di dunia tetap juga di akhirat,” tuturnya.

Menurutnya, satu visi terbesar Lindungi Hutan adalah menjaga kehidupan dengan melakukan pembaharuan terhadap lingkungan; terhadap hubungan. Ia menjelaskan, Lindungi Hutan bukan hanya start-up tetapi juga pergerakan di dunia yang impact-nya juga di akherat; bukan hanya untuk timnya, tetapi juga relawan dan teman-teman yang terlibat dalam pergerakan.

Mencapai Penghargaan

Aksi kampanye alam ia lakukan dengan berbagai strategi, seperti menggandeng komunitas, mengadakan gettering, melakukan kerjasama dengan instansi-instansi dan lainnya dengan memanfaatkan teknologi dan relawan yang ada di daerah-daerah.

Kini setelah satu setengah tahun lebih, Lindungi Hutan yang beranggotakan 13 orang itu telah memiliki sekitar 1.000 relawan. Relawan-relawan tersebut menjadi sebuah komunitas yang tersebar di 51 kota di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Mereka siap mewujudkan visi Lindungi Hutan.

Tidak hanya itu, berbagai penghargaan pun telah diraih, seperti juara 1 DietPi Start Up Digital 2016, start up pilihan tempo 2017, Top Six the Nex Game kategori agriculture dan lolos start up top 100 di Istanbul.

Atas pencapaian penghargaan itu, Hario berharap semakin banyak yang peduli terhadap lingkungan. “Sesuai dengan slogan Lindung Hutan, Bersama Menghijaukan Indonesia, saya berharap yang menghijaukan Indonesia bukan hanya relawan lindungi, bukan hanya orang-orang lindungi hutan tetapi juga keterlibatan masyarakat secara besar,” ungkapnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *