Kongres PWI akan Jadi Momentum Wartawan Kembali ke Khitah

SEMARANG (Asatu.id) – Kongres Ke-24 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Solo, 27 – 30 September 2018 mendatang akan dijadikan momentum kembali ke khitah sebagai wartawan dengan wawasan kebangsaan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal PWI Pusat Hendry Ch Bangun, dalam audiensi panitia kongres dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di ruang kerja gubernur, Senin (16/7).

Hendry mengaku, pihaknya gelisah oleh fenomena terabaikannya etika dalam pemberitaan yang tidak memperhatikan semangat perjuangan untuk kepentingan kebangsaan.

“Maka PWI menganggap penting kongres mendatang menjadi starting point yang strategis kembali ke khitah yang dulu dibangun oleh para wartawan pejuang,” katanya.

Hendry yang juga anggota Dewan Pers menegaskan, pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan sertifikasi media akan terus digalakkan untuk membedakan mana wartawan yang sesungguhnya dan mana yang tidak. Program ini merupakan bagian dari cara untuk melindungi masyarakat dari kinerja wartawan yang tidak profesional.

“Maka kami mengapresiasi PWI Jateng dan PWI Kabupaten Blora yang belum lama ini mengadakan sosialisasi Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik kepada para kepala desa,” tuturnya.

Audiensi ke gubernur yang dipimpin oleh Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat Sasongko Tedjo itu juga diikuti Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS, Sekretaris Isdiyanto Isman, Solikun, Bendahara Budi Setyo Purnomo, dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi Sri Mulyadi.

Sasongko Tedjo merencanakan, wacana kembali ke khitah wartawan berwawasan kebangsaan akan dimulai dari forum sehari menjelang pelaksanaan kongres.

Sementara dalam bursa calon ketua umum pengganti Margiono yang akan habis masa jabatannya, beredar tiga nama kuat dari pengurus harian PWI Pusat, yakni Sasongko Tedjo, Hendry Ch Bangun, dan Atal S Depari.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *