Hendi : Sistem Zonasi Sebagai Upaya Pemerataan Mutu Pendidikan

SEMARANG (Asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah negeri pada 2018 mengacu pada peraturan terbaru tentang PPDB, yakni Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018.

Sistem zonasi tersebut membuat siswa menuntut ilmu di sekolahan yang berdekatan atau satu kawasan dengan tempat tinggalnya, sesuai alamat di Kartu Keluarga (KK).

“Sistem zonasi dalam PPBD 2018 di Kota Semarang adalah sebuah hal yang perlu dilakukan, selain pemerataan mutu pendidikan, Kota Semarang memiliki salah satu problem yang harus segera dibenahi, yaitu kemacetan lalu lintas,” ungkapnya

Dengan demikian, lanjut dia, sekolah dengan sistem zonasi membuat para siswa menjadi lebih dekat dengan sekolah sehingga dapat mengatasi kemacetan arus lalu lintas.

“Bayangkan jika para orang tua dari Gunungpati bareng-bareng menyekolahkan anaknya misal di SMPN 3 Semarang, itu kan melewati jalur yang panjang,” ujarnya

Untuk itu, pihaknya terus berupaya menuntaskan segala persoalan yang ada di Kota Semarang terlebih kemacetan arus lalu lintas.

Antara lain dengan sterilisasi parkir di sejumlah titik, pemberlakuan satu arah dan dua arah beserta evaluasinya, pengadaan Bus Rapid Transit Trans Semarang, pembangunan kereta layang dan lain-lain. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *