Dewan Minta Sistem Zonasi Sekolah Dikaji Ulang

SEMARANG (Asatu.id) – Sestem zonasi wilayah yang diterapkan Dinas Pendidikan menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wiwin Subiono menyarankan Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pendidikan untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut.

“Untuk zonasi penerimaan peserta didik SMP di Kota Semarang sudah per kelurahan, tetapi ada keluhan yang disampaikan oleh warga mengenai letak lokasi sekolah yang terlalu jauh,” Katanya, Senin (16/7).

Menurutnya, ke depan perlu adanya kajian ulang mengenai kebijakan zonasi wilayah yang diterapkan. Apalagi stigma masyarakat terkait dengan sekolah favorit saat ini masih melekat.

“Ke depan perlu adanya kajian ulang untuk kebijakan zonasi wilayah agar peserta didik dalam menempuh pendidikannya tidak terganggu,” tambahnya.

Di sisi lain, sambungnya, sistem zonasi wilyah cukup baik untuk melakukan pemerataan penerimaan siswa baru di semua sekolah. Namun demikian yang perlu diperhatikan yakni fasilitas di sekolah pinggiran harus sesegera mungkin di lengkapi. Hal ini mengingat stigma masyarakat tentang sekolah favorit masih melekat, misalnya sekolah favorit memiliki fasilitas yang sangat memadai dibanding sekolah-sekolah yang cenderung tidak favorit.

“Pada prinsipnya zonasi wilayah cukup bagus, bahwa untuk pendidikan itu kan tidak hanya terpusat di salah satu sekolah saja. Dengan adanya sistem zonasi sudah tidak ada titel sekolah favorit dan sekolah pinggiran, untuk itu kami berharap adanya pemerataan fasilitas di semua sekolahan,” pungkasnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *