Mahasiswa Unnes Sampaikan Unek-unek lewat Lukisan

SEMARANG (Asatu.id) – Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam mencurahkan isi hati. Salah satunya adalah Dedy Setiawan, yang meluapkan segala isi hati dalam karya lukis. Dengan mengangkat tema “Ekspresionistis”, Dedy menuangkan rasa ke dalam lukisan beralirkan ekspresionisme.

“Saya mengeluarkan karya ini karena yang ekspresif ya di mana itu lewat sebuah rasa yang saya alami saat itu dan detik itu, maka aku tuangkan melalui cat, garis, corak dan warna,” kata Dedy, Sabtu (14/7).

Dedy mengungkapkan, ekspresionis ini lebih mudah untuk mengekspresikan jiwanya daripada realis. Hal itu karena, lukisan ekspresionis lebih menjiwai daripada realis itu.

“Misalnya lukisan negatif thinking saya buat saat saya merasakan teman saya selalu negatif thinking, padahal kita sama-sama teman, bergandengan,” ungkap Dedy.

Dedy menjelaskan, coret-coretannya itu lebih condong kepada kegalauan dan uneg-uneg. Namun begitu, ada pula senang, canda dan tawa seperti pada karya positif thinking.

Dalam uneg-unegnya itu, Dedy juga menyampaikan uneg-unegnya tentang persoalan saat ini. “Kalau ekspresionis dalam sepeda itu, saya mencoba meramalkan bahwa besok 30 atau 40 tahun yang akan datang kita akan kembali pada sepeda ontel karena bahan bakar tidak dapat diperbarui adalah bensin pada pertamina. itu sepeda motor di belakang, sepeda ontel di depan,” ungkap Mahasiswa Seni Rupa Unnes itu.

Dalam pameran itu, Dedy berharap orang awam dapat teredukasi dengan karyanya itu. “Orang awam biasanya lebih tahu tentang lukisan realis daripada ekspresionis, sehingga saya ingin mengedukasi orang awam bahwa oh lukis begini ternyata bisa,” tandasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *