Penyalahgunaan SKTM, IPW Minta Polisi Turun Tangan

SEMARANG (Asatu.id) – Indonesian Police Watch (IPW) merasa prihatin terkait maraknya dugaan penyalahgunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai syarat menambah poin calon siswa dalam sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Jawa Tengah.

Ketua IPW, Untung Budiarso menegaskan, dari pantauan pihaknya, ternyata SKTM banyak digunakan kalangan keluarga mampu yang mengaku miskin, sehingga calon siswa yang nilainya bagus harus tergeser karena kalah poin gara-gara tidak menggunakan SKTM.

Menyikapi hal itu, kata Untung, IPW meminta pihak kepolisian mengawasi pengajuan dan penerbitan SKTM yang akhir-akhir ini banyak diajukan oleh masyarakat untuk mendaftar sekolah.

“SKTM jangan sampai salah sasaran dan digunakan oleh para orangtua yang masuk kategori masyarakat mampu tapi mengajukan pembuatan SKTM dengan tujuan supaya anaknya diterima di sekolah favorit yang dimaksudkan,” kata Untung lewat rilis yang dikirimkan kepada Asatu.id.

Untung menegaskan, pengawasan dari pihak kepolisian akan membantu pemerintah menerbitkan SKTM sesuai sasaran.

IPW juga berharap pegawai di tingkat kelurahan dan kecamatan melakukan verifikasi secara cermat terhadap pengajuan SKTM. Di sisi lain pengawasan dari pihak kepolisian akan membantu pemerintah menerbitkan SKTM sesuai sasaran.

“Jangan sampai terjadi masyarakat mampu diberi SKTM yang ternyata tujuannya untuk mempermudah mendaftar sekolah anaknya. Jika ada dugaan penyalahgunaan SKTM, masyarakat bisa lapor ke pihak kepolisian dan sudah kewajiban polisi juga untuk melakukan penyelidikan,” ujar Untung.

435

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan