Di Magelang, 8 Kecamatan dan 44 Desa Terdampak Tol Semarang-Yogyakarta

SEMARANG (Asatu.id) – Pemprov Jateng siap mendukung pembangunan jalan tol Semarang-Yogyakarta yang dimulai dari daerah Bawen Kabupaten Semarang. Bentuk dukungan itu minimal dalam proses pembebasan lahan, sehingga prosesnya nanti tidak berlarut-larut.

”Provinsi dan kabupaten/kota fokus untuk pembebasan lahan. Harga sepadan, biasanya tak ada masalah. Pembangunan langsung bisa dikebut,” kata Plt Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya (PUBMCK) Pemprov Jawa Tengah, Hanung Triyono.

Hanung menjelaskan, ada delapan kecamatan dan 44 desa di Kabupaten Magelang yang terdampak pembangunan jalan tol ini.

Khusus Yogyakarta, ada kesepakatan khusus soal pembangunan jalan tol itu. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai pemangku wilayah telah sepakat dan merestui.

Kesepakatan itu antara lain, tol tidak lewat Prambanan karena banyak situs yang belum teridentifikasi serta diverifikasi di daerah tersebut. Sehingga nantinya akan dibangun jembatan atau tol dengan struktur melayang di atas selokan mataram.

Dengan struktur itu, biaya pembangunannya akan jauh lebih murah karena tidak ada pembebasan tanah dan tidak melewati Prambanan. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *