Kelompok Tani Rejeki Lumintu Manfaatkan Pupuk Urin dan Kotoran Sapi

SEMARANG (Asatu.id) – Kelompok tani Rejeki Lumintu merupakan kelompok tani ini yang mampu mengembangkan ekonomi masyarakat dengan menciptakan beraneka produk pangan dan inovasi peternakan.
Kelompok tani ini tidak hanya menjadi peternak sapi, tetapi juga mengembangkan produk beras dan tanaman lain. Hasil dari kelompok tani tak hanya berupa susu segar, namun juga ada daging dan tanaman organik.
“Jumlah anggota Kelompok Tani Rejeki Lumintu berjumlah 33 anggota dengan 150 ternak sapi. Tidak semuanya sapi perah, para peternak juga membudidayakan sapi daging,”ujar Nurdin Ketua Kelompok Tani Rejeki Lumintu.
Untuk sapi perah, lanjut dia, hanya ada 50 sapi produktif, setiap hari kelompok tani bisa memproduksi 400 liter.
Disamping mengelola susu sapi, kelompok tani ini juga mengelola pertanian. Ada yang membuat pupuk padat dan pupuk cair.
Dengan memanfaatkan pupuk dari urin dan kotoran sapi, menurut Nurdi, petani di Kelurahan Sumurrejo tak lagi kesulitan untuk mencari pupuk. Apalagi ketika harga pupuk kimia melambung tinggi.
“Potensi pertanian juga bagus, dulu petani kita pakai pupuk urea, tapi sekarang sudah pakai pupuk organik. Ini sangat mempengaruhi ekonomi, harga pupuk urea kan mahal. Nah sama temen-temen kalau mau memanfaatkan pupuk organik sapi ini kan ndak beli,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *