Mastitis, Penghambat Peningkatan Produksi Susu Sapi

SEMARANG (Asatu.id) – Salah satu penyakit yang menyebabkan berkurangnya produksi susu sapi adalah penyakit Mastitis. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus dan Staphylococci menrunkan jumlah produksi dan kualitas susu.

“Kerugian ekonomi yang diakibatkan mastitis antara lain penurunan produksi susu di Indonesia, per kwartir per hari mencapai 9 – 45,5%,” kata Muhammad Zainul Asror, mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip, Kamis (21/6).

Ia menambahkan, menurunnya kualitas susu menyebabkan terjadi penolakan susu di industri olahan susu.

“Penurunan kualitas susu yang mengakibatkan penolakan susu mencapai 30- 40% dan diikuti penurunan kualitas hasil olahan susu, serta meningkatnya biaya perawatan, pengobatan dan pengafkiran ternak lebih awal,” tambahnya.

Untuk mengatasi hal itu, lanjutnya, perlu adanya inovasi dalam dunia peternakan khususnya kesehatan sapi perah.

“Sampai saat ini, industri peternakan sapi perah masih banyak menggunakan antiseptik sintesis yang memiliki efek samping tinggalan residu kimia pada susu sapi. Untuk itu, kami berusaha berinovasi dengan mengembangakan antiseptik alami yang dibuat dari bahan baku daun ubi jalar merah merah atau dalam bahasa ilmiah Ipomoea batatas Poir,” pungkasnya.

33

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan