Warga Klampisan Ziarah Lebaran Terakhir Sebelum Makam Dibongkar untuk Tol

SEMARANG (Asatu.id) – Ratusan orang sejak sehari menjelang Lebaran sampai hari H Lebaran, memadati makam yang ada di Klampisan, Kecamatan Ngaliyan untuk berziarah mendoakan ahli kuburnya. Kondisi seperti itu diperkirakan masih akan terjadi pada H+2 Lebaran, Sabtu (16/6).

Kedatangan warga untuk berziarah di makam itu mungkin untuk yang terakhir kalinya, karena setelah ini makam tersebut harus dibongkar untuk kepentingan jalan tol Semarang – Batang.

Sejak Kamis (14/6) sore, ratusan warga secara bergantian mendatangi makam itu untuk ziarah kubur. Suasana yang sama terlihat pada Jumat pagi usai shalat Idul Fitri. Beberapa peziarah tampak datang dengan menenteng  bunga tabur dan alat seperti sapu lidi untuk membersihkan makam ahli kuburnya.

Sampai saat ini makam seluas 5.300 meter persegi itu memang belum dibongkar karena belum ada kesepakatan soal lahan pengganti. Di makam yang dikelola Paguyuban Ngarso Ngaliyan tersebut terdapat 1.300 titik makam yang nantinya harus direlokasi.

Makam yang berada di tepi jalan itu merupakan satu-satunya di wilayah Klampisan. Selama ini, jika  warga setempat ada yang meninggal di makamkan di tempat itu, karena lokasinya memang dekat dengan kampung.

Dulunya lokasi makam itu merupakan tanah wakaf, sehingga ganti ruginya tidak bisa diuangkan tetapi harus lahan pengganti. Namun karena belum ada kesepatan soal lokasi yang baru, akhirnya keberadaan makam itu untuk sementara dibiarkan meski jalan tolnya sudah dilewati para pemudik. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *