Biar Seragam Sebaiknya Pengelolaan Makam Ditangani Pemkot

SEMARANG (Asatu.id) – Kabid Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Suriyati mengakui, pihaknya mendengar dan mengatahui persoalan relokasi makam di Klampisan, Kecamatan Ngaliyan yang terdampak proyek jalan tol Semarang – Batang belum selesai. Namun menurutnya, persoalan itu terlepas dari tanggungjawab Pemkot Semarang.

“Kami mendengar persoalan itu, tapi terus terang itu bukan ranah pemkot dan kami tidak menangani relokasi makam yang terdampak Jalan Tol di daerah Ngaliyan tersebut. Apalagi pengelolaan makam itu ditangani warga,” katanya.

Karena pengelolaannya ditangani warga itulah, lanjut Suryati, Pemkot Semarang tidak turut melakukan relokasi makam tersebut. Saat ini di Kota Semarang, makam yang dikelola warga tidak hanya di Klampisan saja.

“Dari data kami, masih banyak makam di Kota Semarang yang masih dikelola oleh warga sendiri. Kami berharap pengelolaan makam bisa ditangani pemerintah, sehingga bisa seragam. Kalau ada permasalahan juga bisa ditangani oleh Pemkot Semarang, seperti kasus makam Klampisan itu,” ujarnya.

Makam di Jalan Honggowongso Klampisan dikelola Paguyuban Ngarso Ngaliyan. Ada 1.300 titik makam di lahan seluas lebih dari lima ribu meter persegi itu. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *