Jadi Titik Kemacetan, Tiga Pasar Tradisional Dipantau Khusus

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Perdagangan Kota Semarang melakukan pemantauan terhadap 52 pasar tradisional menjelang Lebaran. Dari pemantauan itu diharapkan akan bisa diketahui kondisi keamanan, khususnya di area pasar.

Tujuan lain dari pemantauan, yaitu untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pasar tumpah yang sangat mengganggu kelancaran lalu lintas.

Pasar tumpah tersebut selalu menyebabkan kemacetan arus lalu lintas. Banyak pemakai kendaraan mengeluhkan kondisi itu, namun para pedagang seakan tidak mau tahu. Bahkan mereka pura-pura tidak tahu jika diperingatkan petugas.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, dari 52 pasar tradisional yang dipantau pihaknya, ada tiga titik pasar tradisional di jalur Pantura yang rawan terjadi pasar tumpah. Yaitu Pasar Karangayu, Pasar Mangkang, dan Pasar Genuk.

“Tiga pasar itu memerlukan pantauan khusus karena selama ini sering menjadi titik pasar tumpah yang menyebabkan kemacetan lalu lintas. Kami menerjunkan petugas khusus untuk mengantisipasinya, sehingga nantinya tidak ada keluhan dari pemakai jalan yang melintas di depan pasar-pasar tersebut,” kata Fajar.

Pasar tumpah biasanya akan berlangsung sampai pagi hari sekitar pukul 09.00. Itu menjadi waktu krusial yang memerlukan pengamanan khusus karena berkait langsung dengan kondisi arus lalu lintas.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *