Konsumsi Makanan Halal Bukan Sekadar Tuntunan Agama, tapi Jadi Gaya Hidup

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah Ferry Firmawan PhD mengatakan konsumsi makanan halal bukan sekadar tuntutan dan tuntunan agama saja, tetapi perilaku ini sudah menjadi gaya hidup.

“Pola hidup seseorang tercermin pada kegiatan atau aktivitas yang halal. Minat dan pendapatnya dalam membelanjakan uangnya untuk makan, minum dan kesenangan lainnya secara halal dan bagaimana mengalokasikan waktu juga secara halal,” kata Ferry Firmawan di sela-sela acara launching program Santrenpreneur, di Gradhika Bhakti Praja, kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (5/6).

Menurut Ferry, dengan mengonsumsi produk halal, membuat kita selalu dalam keadaan sadar dan bijaksana. Jernihkan pikiran ini karena terbebas pengaruh alkohol serta pola hidup sehatdan bersih (higienis).

Untuk membantu penguatan ekonomi masyarakat, Ferry melalui BPD Hipmi Jateng telah memprogramkan pengembangan pemberdayaan ekonomi di kalangan santri. Program yang telah disiapkan untuk menggali potensi dan pembentukan karakter di kalangan para santri, yakni santrenpreneur

“Kalangan santri kami dipilih karena pondok pesantren memiliki potensi dalam pembentukan karakter dan kemandirian yang bermanfaat bagi penguatan perekonomian,” kata polisi Partai Demokrat ini.

Dia berharap Santrenpreneur nantinya bisa menjadi sarana untuk melahirkan enterpreneur yang berkarakter agamis dalam upaya mengatasi persoalan tenaga kerja. “Selain pesantren, kami juga berupaya untuk menciptakan iklim berwirausaha syariah,” ujarnya.

Anggota DPRD Jateng ini mengimbau para pelaku usaha agar memiliki sertifikat halal pada produknya. Di sisi lain, dia  meminta pemerintah atau lembaga pembiayaan agar memberikan bantuan modal berdasarkan prinsip Islam kepada para pelaku UKM di Indonesia khususnya Jawa Tengah. (is)

 

37

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan