Pangdam IV/Diponegoro Bangga pada Prajurit Yonif Raider 400/BR

SEMARANG (Asatu.id) – Safari Ramadan Pangdam IV/Diponegoro ke satuan jajarannya merupakan momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat ikatan kebersamaan, kekeluargaan dan persaudaraaan antara pimpinan dan bawahannya, sekaligus sebagai sarana pembinaan satuan.

Pada malam ke-19, Senin 4 Juni 2018, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto SSos MSi bersama rombongan melaksanakan safari Ramadan/Tarawih Keliling (Tarling) ke Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 400/Banteng Raider (BR).

Seperti diketahui Yonif Raider 400/BR merupakan salah satu Batalyon kebanggaan Kodam IV/Diponegoro yang saat ini sedang melaksanakan tugas operasi melalui misi PBB  di Lebanon.

Di hadapan para prajurit dan keluarga besar Yonif Raider 400/BR, Pangdam mengungkapkan rasa bahagia dan bangga, karena  ada sesuatu yang bisa dicontoh oleh seluruh prajurit Kodam IV/Diponegoro.

Saat disuguhi musik Qosidah, Pangdam berbincang dengan Ka Kourum, disampaikan Ka Kourum bahwa Grup Qosidah yang ada di depan kita, ternyata bukan murni anggota Yonif Raider 400/BR, tapi sebagian merupakan mantan anggota Batalyon yang kini sudah pidah tugas di beberapa satuan jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Dari contoh mantan anggota Yonif Raider 400 dapat dibawa ke lingkup Kodam IV/Diponegoro. Siapa pun anggota yang pernah dinas di Kodam IV/Diponegoro masih menjadi bagian keluarga besar Kodam IV/Diponegoro dan tetap menjaga nama baik Kodam IV/Diponegoro.

“Semua yang pernah menjadi satu ikatan di satu satuan atau keluarga besar, tidak akan pernah putus walau sudah bertugas di satuan lain,” ungkap Pangdam.

Orang nomor satu di Kodam IV/Diponegoro itu juga merasa bangga dengan segala yang dicapai Batalyon setelah enam bulan bertugas di Lebanon.

“Apa yang dicapai cukup membanggakan, bahkan ditunjuk Puspen TNI untuk mewakili TNI dan diwawancarai tentang apa yang sudah dilaksanakan  di sana,” pujinya.

Apa yang dulu ditunjukan kepada kita semua saat pelepasan/pemberangkatan untuk membawa sebanyak mungkin seni budaya nusantara, ternyata sangat membantu dalam pembinaan teritorial di daerah operasi, sekaligus menunjukan kekayaan budaya Indonesia. Yonif Raider  400/BR mampu menunjukkan kepada dunia dengan baik, tegas Pangdam.

“Semua dapat menjaga nama baik Kodam IV/Diponegoro,” ujarnya.

Demikian halnya dengan yang tinggal di kourum, dengan personel yang terbatas dan jumlah ibu persit yang banyak serta tidak semua kegiatan dilaksanakan di dalam satuan, namun tetap berjalan degan baik. “Semua tugas kekourumaan dapat berjalan degan baik, tugas-tugas dari Kodam dan program satuan juga dapat berjalan dengan baik”.

Kesemua itu tidak timbul dengan sendirinya, namun karena ada kemauan yang kuat oleh seluruh anggota dan ibu-ibu untuk dapat menjaga kondisi bapak-bapaknya untuk dapat melaksanakan tugas degan tenang dan senang, melihat apa yang ditunjukkan di homebase hingga akhir tahun nanti.

Pangdam berharap agar semua yang ada di homebase,  utamanya Ka Kourum dan Ketua Persit Cabang Yonif Raider 400/BR dapat bersinergi untuk menjaga situasi ini dapat berjalan sebagaimana yang sudah berjalan hingga saat ini. Semoga apa yang menjadi keinginan dan tugas kita dapat berjalan dengan baik.

Pangdam mengajak masyarakat  agar menjaga dan rayakan hari kemenangan di hari Idul Fitri menjadi kemenangan kita semua, baik yang di homebase maupun yang di daerah operasi, sehingga berkah Ramadhan dapat diimplementasikan dan kita lakukan degan sebaik-baiknya.

Turut hadir mendampingi Pangdam, Asops dan Aslog Kasdam, para Kabalakdam, Kapuskopad, LO AL dan Ketua Persit KCK Daerah IV/Diponegoro beserta pengurus. (is)

22

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan