BPOM Sita Obat Ilegal Senilai 3,5M di Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Badan Narkotika Nasional, Polda dan Polisi Pamong Praja menyita obat ilegal senilai 3,5M, Kamis (31/5).

Obat tersebut disimpan di gudang salah satu agen jasa pengiriman barang swasta di Jalan Soekarno Hatta no 11, Pedurungan, Kota Semarang.

Deputi Penindakan BPOM RI, Hendri Siswadi mengatakan temuan ini berdasarkan hasil pengembangan kasus obat ilegal di Pekanbaru.

“Setelah didalami sumber obat ilegal berada di Semarang. Selama satu bulan kami melakukan penelusuran dan ruko ini dijadikan sebagai gudang dan distributor,” ucapnya.

Ia menambahkan, hasil penyelidikan di Semarang BPOM RI menemukan 146 item obat ilegal.

“Kami menemukan 146 item dan 127.900 pcs obat ilegal dengan jenis pemutih, pelangsing  yang sebagian besar diinjeksikan,” tambahnya.

Di sisi lain, lanjutnya, BPOM RI sudah menetapkan satu tersangka yaitu pemilik ruko.

“Pemilik ruko sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan inisial UA. Ia akan dijerat dengan hukuman 15 tahun dan denda sebanyak 1,5 Miliar karena melanggar pasal 196 dan 197 Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *