Ada Nugget Dijual Tanpa Kemasan, Disdag Minta Ditarik

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Perdagangan Kota Semarang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa swalayan, supermarket dan industri rumah tangga, Rabu (31/5).

Di sebuah swalayan Jalan Fatmawati, Pedurungan, tim  menemukan nugget yang dikemas tidak dalam plastik. Padahal produk asli dari pabriknya, makanan itu dikemas dalam sebuah bungkus plastik dengan berat ukuran tertentu.

Diduga produk itu oleh pihak swalayan dibuka kemudian ditempatkan dalam sebuah toples. Oleh tim sidak disdag, barang itu dianggap tidak steril dan menyalahi aturan, sehingga akhirnya produk makanan itu diminta untuk ditarik.

“Kami melakukan teguran sesuai dengan UU no 18 tahun 2012 tentang Pangan, pasal 84 mengenai kemasan produk. Produk makanan ini harus ditaruh dalam kemasan plastik. Itu telah sesuai dari pabrikannya. Ditakutkan kalau terbuka dapat terkontaminasi kuman,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, Rabu (30/5).

Tim melanjutkan Sidak ke salah satu industri rumah tangga di Jalan Ketileng Indah Utara I No. 19C. Sidak dilakukan karena ada laporan dari warga bahwa tempat tersebut menjual produk yang tidak memiliki izin.

Menurut Fajar, rumah industri itu menjual kacang-kacangan produk rumah tangga yang ditaruh dalam kemasan dan merk tertentu.

“Ini menyalahi izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) khusus untuk makanan. Harusnya mereka mengurus izinnya dulu ke Dinas Kesehatan Kota Semarang (DKK). Sementara kalau produk resmi, baru ke BPPOM,” tutur Fajar. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *