Bangunan Masjid Belum Dibongkar, Tol Semarang-Batang Tetap Difungsikan untuk Pemudik

SEMARANG (Asatu.id) – Masjid Jami’ Mustaghfirin di Kelurahan Beringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang sampai saat ini masih kokoh berdiri, persis di tengah ruas Tol Batang-Semarang Seksi V Kaliwungu-Krapyak. Pihak takmir meminta pelaksana proyek melakukan pembongkaran jika pembangunan masjid pengganti sudah mencapai 70 persen.

Menurut Pimpinan Proyek Tol Semarang-Batang PT Jasa Marga, Muhammad Farid, selain bangunan masjid, ada juga lahan makam di Kampung Klampisan Ngaliyan yang menjadi kendala pembangunan proyek tol.

“Masyarakat menginginkan pemindahan makam dilakukan setelah Lebaran. Demikian juga dengan bangunan masjid, pihak takmir meminta setelah pembangunan masjid yang baru mencapai 70 persen. Prediksi kami ya setelah Lebaran,” kata Muhamad Farid di sela-sela menemani Ketua DPRD Jateng melakukan peninjauan proyek tol Semarang-Batang, Senin (28/5).

Sejauh ini, masjid berwarna hijau dengan struktur dua lantai itu masih digunakan warga sehari-hari untuk beribadah, termasuk salat Jumat. Pihak pelaksana proyek pun sementara harus membelokkan sedikit ruas jalan untuk menghindari bangunan masjid sebelum dibongkar.

Proyek Jalan Tol Batang-Semarang yang dibagi menjadi 5 seksi diproyeksikan rampung pada akhir tahun 2018.

Namun kepada Ketua DPRD Jateng, Farid memastikan bahwa tol Semarang-Batang bisa digunakan pemudik pada Lebaran nanti meski hanya menggunakan satu ruas jalan. Pembukaan ruas jalan itu akan dilakukan pada H-7 Lebaran.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *