Pengawasan Tonase Kendaraan Angkutan Barang Harus Diperketat

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi berharap pengawasan angkutan barang agar lebih ditingkatkan. Menurutnya, kelebihan tonase kendaraan seringkali memicu kecelakaan di jalan raya.

“Jembatan timbang masih dibutuhkan guna mengawasi kendaraan khususnya truk angkutan barang yang melintas. Kalau tanpa jembatan timbang, bagaimana kita bisa pantau kendaraan kelebihan tonase atau tidak,” ujarnya, Rabu (23/5).

Aparat berwenang, lanjutnya, diminta melakukan pengawasan dan penindakan jika memamg diperlukan. Dia prihatin atas kejadian kasus kecelakaan truk pengangkut gula pasir di Brebes yang menewaskan 11 orang karena kelebihan muatan. Berat angkutnya sampai 36 ton sedangkan kelayakannya hanya 20 ton.

“Perlu ada ketegasan, kebijakan pusat yang sama di setiap daerah harusnya bisa. Saat ini di Jawa Tengah baru dua yang berfungsi, ini jelas tidak memadahi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Jateng, Asfirla Harisanto menambahkan, saat ini kendaraan pengangkut nyaris seperti mesin pembunuh di jalanan.

“Jelas perlu ada pengawasan yang ketat dari Dinas Perhubungan. Di antaranya adalah uji kelayakan kendaraan berupa uji kir perlu dilakukan dengan cermat dan ketat,” tukasnya. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *