Ini Sanksi Bila Beri Uang dan Beli Koran Anak Jalanan

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Sosial Kota Semarang sedang menegakkan Peraturan Daerah (Perda) terkait anak jalanan, yakni Perda Nomor 5 Tahun 2014 yang mengatur tentang Anak Jalanan (Anjal), Gelandangan dan Pengemis, Jumat (18/5).

Kepala Dinsos Kota Semarang Tommy Yarmawan Said mengatakan pihaknya sedang gencar dan giat melaksanakan operasi bersama aparat kepolisian untuk menegakkan Perda tersebut.

“Targetnya adalah secepatnya Kota Semarang bebas dari anak jalanan. Kami mengimbau kepada seluruh warga Kota Semarang untuk mendukung tercapainya target bebas anak jalanan,” ujarnya.

Tommy menjelaskan solusi untuk mendukung Kota Semarang bebas dari anak jalanan adalah dengan tidak memberi atau membeli koran/barang yang diperdagangkan oleh mereka.

“Dukung Kota Semarang bebas anak jalanan, caranya dengan tidak memberi di jalan, tidak membeli koran/barang yang diperdagangkan anak di jalan dan tidak mempekerjakan anak,” ungkapnya.

Tommy menambahkan jika masih ada warga yang masih melakukan hal di atas, maka akan terkena sanksi.

“Sanksinya berbunyi: Orang yang memberikan uang atau barang kepada anak jalanan, pengemis dan gelandangan, dipidana kurungan maksimal tiga bulan atau denda maksimal satu juta rupiah.”tegasnya

Sedangkan, orang yang mengeksploitasi anak jalanan, pengemis dan gelandangan, dipidana kurungan maksimal tiga bulan atau denda maksimal lima puluh juta rupiah. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *