Ingin Berbuka Bubur India? Masjid Pekojan Tempatnya

SEMARANG (Asatu.id) – Memasuki bulan Ramadan, suasana Masjid Jami’ Pekojan tambah ramai jamaah, baik dari warga sekitar maupun pendatang. Bahkan kalangan musyafir sekalipun, terutama menjelang berbuka puasa.

”Alhamdulillah, jamaahnya setiap hari selalu banyak, apalagi kalau Ramadan seperti sekarang. Terutama menjelang berbuka, banyak warga pendatang dan musyafir yang datang. Kami memang menyediakan takjil,” kata Ketua Takmir Masjid, Kiai Ali Haedar Baharun saat ditemui usai menjadi imam shalat.

Masjid Pekojan berada di perkampungan padat penduduk. Secara administratif, masjid itu berlokasi di Jalan Petolongan 1, Kampung Pekojan, Kelurahan Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah.

Di sekitar masjid juga banyak berdiri bangunan kuno bertembok tebal ala Eropa. Bangunan-bangunan kuno itu oleh pemiliknya banyak yang difungsikan untuk pertokoan. Jika waktu shalat dan berbuka tiba, para karyawan toko berbondong-bondong mendatangi masjid untuk mencari takjil. Ada berbagai jenis takjil, dari buah-buahan sampai makanan kecil. Ada juga buah kurma. Berbagai jenis minuman disediakan, ada susu, teh, kopi, bahkan air zam-zam. Dan tidak lupa takjil khas berupa bubur India.

Menu bubur India memang sudah sangat melekat dengan Masjid Pekojan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap hari selama bulan Ramadan, pengurus takmir masjid akan memasak 200-300 mangkuk bubur India, dengan bahan-bahannya swadaya dari masyarakat. Bubur India itu dimasak setelah waktu zuhur dan selesai setelah waktu ashar.

Bagaimana ceritanya bubur India bisa sampai Pekojan? Menurut Kiai Ali, pada zaman dahulu daerah Pekojan memang dihuni oleh warga pendatang dari India, Arab, dan Gujarat. Mereka datang ke Semarang untuk berdagang dan menyiarkan agama Islam.

“Nah, mereka juga yang memulai tradisi membuat bubur selama bulan Ramadan sebagai takjil. Maka dari itu bubur yang disajikan sering disebut masyarakat sebagai bubur India,” tutur Kiai Ali.

Usai shalat dzuhur, warga sekitar Masjid Pekojan dipastikan mulai masak bubur bersama-sama. Bubur ini dimasak di sebuah panci yang cukup besar dan dicampur dengan 8 jenis rempah-rempah seperti cengkeh, serai, jahe, daun pandan, daun salam dan kayu manis. Tidak lupa dicampur dengan beragam sayuran seperti wortel, bawang merah dan bawang putih.

“Untuk menu sayuran pada bubur India berganti-ganti setiap harinya. Khusus hari Kamis bubur India ditemani dengan lauk gule kambing,” kata Kiai Ali.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *