Bank Jateng Terus Kembangkan Digitalisasi

SEMARANG (Asatu.id) – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) terus meningkatkan kinerjanya setiap tahunnya.

Hal itu dibuktikan dengan diraihnya 9 penghargaan dari berbagai kategori dalam acara Satisfaction, Loyalty & Engagement (SLE) Survey 2018 – Banking Industry yang diselenggarakan Infobank.

Direktur Bisnis Ritel & Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hanawijaya mengatakan capaian itu merupakan bentuk komitmen Bank Jateng dalam meningkatkan layanan kepada para nasabah.

Namun perusahaan tidak akan berhenti sampai disitu, sebab tantangan dalam memasuki era digitalisasi harus segera disikapi. Terutama dengan tuntutan dari generasi milineal terhadap teknologi.

“Kita memang ada tantangan di Bank Jateng tentang perbaikan proses dan fitur terutama memasuki era digitalisasi, anak-anak kelahiran 90-an sekarang sudah masuk kantor. Kita punya keunggulan dimana payroll PNS itu di kita, tetapi kalau kita tidak cepat lakukan (perbaikan) nanti mereka (generasi milineal) akan menuntut banyak hal soal digitalisasi,” ujar Hanawijaya usai menerima penghargaan di Ayana MidPlaza Jakarta, Kamis (17/5).

Untuk itu, lanjut Hanawijaya, Bank Jateng terus mengembangkan digitalisasi dalam proses bisnisnya. Pengembangan digitalisasi itu akan dilakukan dalam hal pembukaan rekening, selain itu juga layanan internet banking bagi nasabah individu yang akan diajukan ke OJK pada tahun ini.

“Internet banking ya g saat ini sudah disetujui (OJK) yang korporasi, belum yang individual, mudah-mudahan tahun ini disetujui yang individual. Lalu mobile banking kita sudah kerjasama dengan Telkom untuk t-cash dipasarkan secara co branding dengan Bank Jateng, mudah-mudahan izinnya bisa cepat keluar,” jelasnya.

Berbagai inovasi untuk meningkatkan layanan secara digital itu merupakan tuntutan yang tidak bisa dihindari.

“Kita harus mulai perhatian perubahan profil customer mengarah ke yang lebih muda,” ucapnya.

Untuk mendukung pengembangan layanan secara digital itu, lanjut Hanawijaya, Bank Jateng pada tahun ini menganggarkan biaya sebesar Rp150 miliar untuk pengembangan infrastruktur IT.

Hanawijaya mengatakan, pentingnya investasi di bidang IT agar konektisitas layanan dengan pihak ketiga menjadi lebih mudah. Sebab saat ini pembayaran seperti STNK maupun PBB sudah dilakukan secara online.

“Kita juga ingin perluas untuk sistem pembayaran penerimaan dari Pemda semisal iuran di pasar, lalu parkir di gedung, dan masuk ke tempat wisata di Jateng dengan tapping,” tukasnya.

Diketahui penghargaan yang diberikan Infobank itu merupakan bentuk apresiasi kepada bank-bank yang telah berhasil memberikan layanan (service) kepada nasabahnya secara optimal.

“Optimalisasi layanan bank-bank tersebut ditunjukkan dengan tingginya tingkat kepuasan (satisfaction), loyalitas (loyalty), dan keterikatan (engagement) nasabah kepada bank-bank tersebut,” ujar Direktur Biro Riset Infobank Eko B. Supriyanto.

Adapun dari 9 penghargaan yang diterima Bank Jateng diantaranya yakni peringkat I kategori Satisfaction Index 2018 Satpam Bank Pembangunan Daerah, peringkat I kategori Satisfaction Index 2018 Customer Service Bank Pembangunan Daerah, peringkat I kategori Satisfaction Index 2018 Teller Bank Pembangunan Daerah, dan Peringkat II untuk overall BPD.

27

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan