Wali Kota Hendi Beri Sambutan Prosesi Dugderan 2018 dengan Bahasa Jawa Krama Inggil

SEMARANG (Asatu.id) – Upacara prosesi dugderan dipimpin langsung oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi selaku Kanjeng Bupati Raden Mas Tumenggung Aryo Purboningrat. Selasa, (15/5) di halaman kantor Balaikota Semarang.

Upacara dimulai pukul 12.30 WIB dengan diikuti 15.000 peserta karnaval serta dihadiri anggota DPR Kota Semarang, muspida, alim ulama, ustadz dan masyarakat ATLAS.

Sebelum upacara dimulai beliau meminta doa bersama untuk korban serangan teroris yang di surabaya. Dalam sambutnya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan sambutanya dengan berbahasa Jawa krama inggil.

Pada sambutan Hendi meminta “Wujudaken roso guyub rukun persatuan lan kesatuan ing ingkang kedah kito jagi terus –menerus. Milowajar mednawi pemerintah pusat lumantar kementrian agama maringi penghargaan sebagai kota ingkang berpartisipasi aktif dalam pembinaan antar umat beragama”. (Mewujudkan rasa kebersamaan persatuan dan kesatuan yang harus kita jaga terus menerus. Sudah semestinya pemerintah pusat melalui kementrian agam memberikan penghargaan sebagai kota yang berpartisipasi aktif dalam pembinaaan antar umat beragama–red)

Manunggal ing pemimpin kaliyan rakyat wonten ing prosesi dugder menika kating bilih antawisipun pemimpin kaliyan rakyat pun saling bersilaturohim,. Manungal mboten wonten jarak antawis pemimpin kaliyan rakyat” (Bersatu pemimpin dan rakyat diprosesi dugderan ini kelihatan bahwa sikap pemimpin dan rakyat salin bersilaturahim, bersatu tidak ada jarak antara pemimpin dan rakyat-red).

Selain itu, dugderan ini juga diharapkan menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegra, karena perkembangan Kota Semarang  sekarang semakin pesat.

“Selamat menunaikan bulan suci Ramadan yang akan kita jalani. Semoga membawa berkah dan amal baik serta bermanfaat untuk diri kita pribadi, lingkungan termasuk peduli terhadap orang yang kekurangan,” kata Hendi walikota semarang.

Setelah memimpin upacara selesai dilanjutkan dengan kirab oleh peserta dugdran. Selain itu walikota Semarang beserta istri, Krisseptiana Hendrar Prihadi mengikuti kirab dengan menaiki kereta berkuda. Diawali dari kantor balaikota menuju masjid agung kauman lalu dilanjutkan menuju lokasi akhir yaitu Masjid Agung Jawa Tengah.  (Age Irmas)

 

 

 

18

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan