Karangan Bunga Banjiri Kantor Polantas Kota Lama, Wujud Dukungan Masyarakat

SEMARANG (Asatu.id) – Pemandangan menarik hadir di kantor Polantas Kota Lama. Sekitar 15 karangan bunga memadati halaman depan kantor tersebut, berasal dari beragam elemen masyarakat. Jika diamati, berbagai karangan bunga itu berisikan dukungan kepada Kepolisian Republik Indonesia.

Dukungan ini berkaitan dengan rentetan aksi terorisme yang hadir di Indonesia beberapa hari belakangan. Berbagai ruang publik, baik rumah ibadah maupun kantor pemerintahan, diserang oleh aksi peledakan. Korban-korban berjatuhan, membuat setiap elemen masyarakat menjadi gelisah.

Namun, kegelisahan ini turut menyimpan harapan, yang kemudian diwujudkan dalam dukungan yang mengalir kepada Kepolisian Republik Indonesia. Tak muluk, sebagai instansi yang bertanggungjawab terhadap keamanan sipil, kepolisian adalah kanal di mana masyarakat menaruh harapan atas keselamatan mereka di tengah maraknya aksi terorisme.

Seperti yang disampaikan oleh Madiyanto, warga yang bermukim di sekitar kantor Polantas Kota Lama, “Menurut saya ini bentuk konkret dari dukungan masyarakat. Masyarakat tidak menghendaki cara-cara terorisme. Melalui dukungan ini, masyarakat sekaligus menaruh harapan kepada kepolisian,” ujarnya.

Dari pemantauan Madiyanto pula, karangan-karangan bunga ini mulai dikirim ke kantor Polantas Kota Lama sejak Senin (13/5) sore hingga malam hari.

Hal senada juga dilontarkan Sugeng, seorang pegawai swasta. “Dukungan ini sangat wajar, karena banyak masyarakat yang tidak tahu-menahu turut menjadi korban.Apalagi belakangan ini masyarakat telah mendengar berbagai pernyataan, baik dari Presiden maupun Kepolisian, bahwa kita tidak perlu takut. Justru kita harus semakin bersinergi untuk menghalau aksi-aksi terorisme tersebut,“ paparnya.

Namun, dukungan ini tidak berhenti dalam taraf dukungan berbentuk karangan bunga. Dari deretan kejadian aksi terorisme yang terjadi, beberapa elemen masyarakat juga merasa perlu untuk berpartisipasi dalam tindakan preventif atas aksi terorisme.

Agung, seorang pegawai swasta yang kebetulan sedang mengurus Surat Izin Mengemudi di kantor Polantas Kota Lama, misalnya. Saat dimintai pendapat, ia menyatakan bahwa masyarakat juga perlu proaktif dalam penanganan aksi terorisme.

“Masyarakat dapat turut aktif memberikan informasi kepada Kepolisian jika menemukan tindakan yang mencurigakan,” ujar Agung.

Dengan ini, menurut Agung, kepolisian dapat melakukan tindakan lebih lanjut terkait dengan informasi dari masyarakat. “Dengan kerja sama ini, saya pikir, kita bisa lebih kuat dan tidak perlu takut atas rentetan aksi terorisme yang terjadi,” tandasnya. (Gerry Ginting)

 

27

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan