Hiburan Rakyat Semakin Menambah Meriahnya Dugderan

(mag/raka alwanda/asatu.id)

SEMARANG (Asatu.id) – Setiap setahun sekali dalam memperingati datangnya bulan suci Ramadhan, di Kota Semarang selalu ada tradisi yang sudah menjadi semacam pesta rakyat, yaitu Dugderan.

Salah satu yang menarik dari Dugderan ini adalah hiburan rakyat, hiburan rakyat disini menampilkan tarian khas dari kota-kota lain, seperti Tari Topeng Ireng khas Magelang, Tari Sufi khas Aceh , dan Tari Bangilun khas Temanggung.

Warga yang datang pun sangat terhibur, seperti misalnya Mohammad Fahmi salah satu warga Semarang. Menurutnya acara hiburan rakyat ini begitu menarik, karena bisa memperkenalkan budaya tari khas dari kota lain untuk masyarakat Semarang.

Hiburan rakyat ini diadakan dia Masjid Agung Jawa tengah, karena Masjid Agung Jawa Tengah menjadi rute terakhir arak-arakan Dugderan, acara hiburan rakyat ini mulai pukul 13.30 sampai 15.30.

“Saya datang ke sini tidak hanya ingin melihat karnaval dugderannya sajam, tapi juga tertarik dengan berbagai hiburan rakyat yang ditampilkan, seperti pentas tari dari berbagai daerah di luar Kota Semarang,” katanya, Selasa (15/5).

Meski sudah jadi semacam pesta rakyat berupa arak-arakan (karnaval) hingga tabuh bedug oleh Wali Kota Semarang, tetapi proses ritual (pengumuman awal puasa) tetap menjadi puncak dugderan.

Sebelum tabuh bedug, prosesi Dugderan diawali pemberangkatan peserta karnaval dari balai kota dan berakhir di Masjid Kauman (masjid Agung), dekat Pasar Johar. Tapi dalam dua tahun terakhir ini, rute karnaval diperpanjang dari balai kota menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang terletak di Gayamsari. (mag/raka alwanda)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *