Pemukulan Bedug di MAJT Tandai Awal Ramadan

SEMARANG (Asatu.id) – Rombongan karnaval Dugderan bergerak ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) selepas mengikuti prosesi di Masjid Kauman, Selasa (15/5).

Di MAJT Semarang, dilakukan pula prosesi yang hampir sama, yakni pembacaan suhuf halaqah oleh Raden Mas Tumenggung Probohadikusumo kepada masyarakat Jateng yang sebentar lagi memasuki bulan puasa.

Tak ketinggalan, pemukulan bedug di Masjid MAJT dilakukan oleh Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono dengan diiringi bunyi dentuman seperti meriam yang merupakan cikal bakal nama “Dugderan”, yakni dari bunyi “dug” bedug dan “der” bunyi meriam.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan karnaval Dugderan merupakan tradisi yang sudah berjalan sejak ratusan tahun lalu yang sebenarnya ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa sebentar lagi bulan Ramadan.

“Prosesinya dengan berjalan ke Masjid Kauman Semarang untuk bertemu dengan ulama, kemudian menyiarkannya bareng-bareng kepada masyarakat,” katanya.

Turut hadir dalam prosesi karnaval dugderan Istri Wali Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu beserta suami. (is)

 

25

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan