Tabligh Akbar Meriah, Ini Pesan Kapolda kepada Masyarakat Jateng

SEMARANG (Asatu.id) – Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono berpesan kepada masyarakat Jawa Tengah agar terus bergandengan tangan menjaga iklim kondusif, terutama menjelang pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng dan pilkada serentak, 27 Juni 2018.

Pesan itu disampaikan Kapolda pada acara “Tabligh Akbar serta Sinau Bareng” di Lapangan Simpang Lima Semarang, Minggu (13/5) malam. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai ajang doa bersama menyambut gelaran Pilkada serentak, khususnya di Jawa Tengah.

Hadir dalam kesempatan itu Kirono, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, Ketua Satgas Nusantara Irjen Pol Gatot Edi Pramono, Wakapolda Jateng, Dandim Semarang, para Kapolres se-wilayah eks Karesidenan Semarang dan Pati, Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Jateng, Ketua MUI, para ulama dan ribuan masyarakat dari berbagai unsur dan elemen

Kapolda mengajak masyarakat Jawa Tengah untuk berpikir jernih dan cerdas, tidak gampang terprovokasi, terutama oleh ancaman para teroris, sehingga kejadian seperti ledakan bom di beberapa gereja di Surabaya dan kasus penyerangan petugas di Mako Brimob oleh tahanan teroria tidak terjadi di Jawa Tengah.

“Kenapa Jateng selama ini adem tentrem? Jawabnya karena masyarakat Jateng sangat toleran, tidak mudah terprovokasi ajakan yang ingin memecah belah persatuan. Maka marilah terus bergandeng tangan, apalagi menjelang Pilkada serentak. Jangan mudah diadu domba” kata Kapolda.

Kapolda juga menyinggung soal keamanan yang akhir-akhir ini memrihatinkan. Hal itu membuktikan jaringan terois masih ada.

“Saya ajak kita semua tidak memberikan tempat bagi intoleransi, radikalisme dan terorisme. Kalau kelompol radikal sebagai bibit terorisme diberi tempat, maka keamanan akan terancam,” papar Kapolda.

Kepada masyarakat luas, Kapolda juga berpesan agar berita dan foto-foto kasus terorisme seperti di Surabaya tidak disebarluaskan. Sebab hal itu sama saja menyebarluaskan ketakutan ke masyarakat. Dan itu yang diinginkan para teroris.

“Mari kita semua melawan terorisme. Semua unsur dan elemen masyarakat bergandengan tangan. NU, Muhammadiyah atau ormas keagamaan yang lain terus berkomitmen melawan faham intoleransi, radikalsme dan terorisme yang bertujuan mengganggu keamanan Pilkada dan Pilpres,” tutur Kapolda.

“Proses gelaran pilkada seperti kampanye, saya minta juga jangan membawa isu intoleranasi, karena akan menciptakan inkubasi bagi pelaku terorisme,” tambahnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *