Karnaval Dugderan 2018, Kawasan Simpanglima Dibanjiri Penonton

SEMARANG (Asatu.id) – Karnaval dugderan yang digelar di Lapangan Simpang Lima Semarang dibanjiri masyarakat, Senin (14/5). Para penonton rela berdesak-desakan demi melihat secara dekat jalannya karnaval dugderan yang menjadi salah satu agenda wisata Kota Semarang.

Karnaval dugderan yang menampilkan budaya yang ATLAS melibatkan siswa-siswi mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Dugderan ini merupakan tradisi masyarakat Kota Semarang untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Sejak pukul 07.00, masyarakat sudah terlihat memadati kawasan Simpang Lima. Siswa-siswi dikumpulkan dan berbaris rapi di Lapangan Simpang Lima. Kemudian rombongan siswa-siswi berjalan keluar jalan raya dengan membawa properti, seperti pohon manggar, alat musik, miniatur warag ngedog. Bahkan ada yang berjalan menggunakan egrang. Para peserta terlihat gembira bisa ikut dalam karnaval dugderan itu.

Parade dugderan mendapat simpati dari masyarakat Kota Semarang. Sepanjang jalan yang dilintasi arak-arakan dugderan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Bahkan, tidak sedikit dari kerumunan penonton itu mencoba mendekati parade dugderan sekadar mengabadikan dengan foto selfi maupaun bersama keluarga di tengah-tengha momen tahunan tersebut.

Yang menarik, manggar kertas yang menjadi simbol kemeriahan dugderan menjadi sasaran rebutan masyarakat. Mereka berebut untuk mencabut manggar untuk dibawa pulang sebagai kenangan-kenangan.

“Saya ke sini bersama suami dan anak saya. Anak saya kan ikut karnaval. Saya ikut mencabut manggar untuk anak saya nanti. Dia sudah pesan kepada saya untuk mencabut satu manggar untuk dirinya sebagai kenangan-kenangan pernah menjadi peserta dugderan,” kata Ning, ibu salah satu peserta karnaval dugderan.

Rute karnaval dugderan tahun ini tidak terlalu panjang. Peserta karnaval melewati rute yang sudah ditentukan, mulai dari kawasan Simpang Lima menuju ke Jalan Pahlawan lalu putar balik dan berakhir di Jalan Menteri Supeno atau Taman KB. (Age Irmas)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *