Rumah Sengketa Dibongkar, Tol Semarang-Batang Bisa Difungsikan Mudik Lebaran

SEMARANG (Asatu.id) Rumah milik Sri Urip di Jalan Wahyu Asri Utara VIII/AA.36, Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan yang berada di tengah proyek tol Semarang-Batang akhirnya dibongkar, Kamis (3/5).

Rumah di atas lahan seluas 288 m2 tersebut sejak 2004 ternyata masuk ranah sengketa antara Sri Urip dengan Oki Jalu Laksono, sehingga proses ganti untung proyek tol tertunda.

Proses eksekusi atau pembongkaran dipimpin oleh panitera pengganti Pengadilan Negeri Semarang. Ikut hadir Ketua PN Semarang, Purwono Edi Santosa.

Menurut Purwono Edi,  PT Jasa Marga sudah menitipkan uang pengganti Rp 1,9 miliar. Pihak termohon eksekusi juga sudah ditawarkan besaran ganti rugi berdasarkan surat penetapan dari pengadilan.

“Ternyata pemilik tidak segera melakukan pengosongan. Sementara pihak BPN sudah menerbitkan surat keputusan hak kepemilikan lahan, sehingga kini statusnya milik negara,” kata Purwono Edi.

Edi menambahkan, pihaknya tidak ada urusan siapa yang lebih berhak atas uang yang sudah dititipkan, sehingga siapa pihak yang berhak menerima harus ada kejelasan dulu tentang kepemilikan tanah.

Dengan sudah dibongkarnya bangunan rumah itu, maka Tol Batang-Semarang sepanjang 75 km tersebut secara fungsional bakal bisa digunakan untuk mudik Lebaran tahun ini. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *