Denok Kenang Blak-blakan di Hadapan Wali Kota

SEMARANG (Asatu.id) – Kehadiran Walikota Hendrar Prihadi di tengah-tengah para finalis Denok Kenang Kota Semarang 2018 di Ruang Loka Krida Gedung Moch Ikhsan lantai 7 Balaikota, membuat suasana yang sebelumnya tampak sunyi dan serius menjadi cair.

Dengan gaya santainya, Hendi, sapaan akrab walikota, menyampaikan beberapa hal menyangkut pembangunan dan kemajuan yang telah diraih kota yang dipimpinnya. Beberapa kali kalimat gurauan juga dilontarkan dan mendapat applaus yang hadir.

Hendi juga minta semua finalis Denok Kenang menyampaikan informasi tentang berbagai hal yang diketahui.

“Setiap peserta saya beri waktu 30 detik. Sampaikan hal apa saja, jangan hanya yang baik-baik. Silakan kalau ada kritik atau saran, sampaikan saja,” pintanya.

Muhamad Abdullah Sidik, finalis Denok Kenang nomer 45, kepada walikota mengaku bangga dengan keberadaan Waduk Jatibarang. Dampak dari pembangunan waduk itu, kondisi Sungai Kreo sekarang diperlebar.

“Banyak warga yang mancing di situ pak. Saya berharap suasana di lokasi wisata itu lebih asyik dan bersahabat lagi untuk para pemancing,” tutur Sidik, mahasiswa Unnes jurusan ilmu hukum asal Gunungpati itu.

Widya, calon Denok yang mahasiswa UPGRIS, menyoroti lokasi Pasar Semarangan di Hutan Wisata Tinjomoyo yang baru beberapa pekan dibuka.

“Saya bisa menemukan beragam menu makanan zaman dulu. Bahkan jenis barang permainan anak zaman dulu juga saya temui di sana,” ujar mahasiswa jurusan Bahasa Inggris itu.

Finalis lainnya, Daniel Andrianto Prabowo, menyoroti kondisi Kota Lama yang kini lebih menarik lagi setelah proses revitalisasi.

“Kota Lama sekarang bisa jadi andalan deatinasi wisata Kota Semarang. Saya ikut senang,” kata pemuda asal Plamongan itu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *