Komisi B Minta PKL Bantaran Sungai Mau Direlokasi

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet, meminta kalangan pedagang kami lima (PKL) yang membangun kios dan huniannya di atas bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) mau direlokasi ke tempat yang disediakan oleh pemerintah. Di sisi lain, Komisi B juga mengapresiasi para PKL yang sudah mau pindah di tempat relokasi.

Pihak dewan, menurut Agus, akan menjembatani terkait kekeruangan yang ada di tempat relokasi dengan Dinas Perdagangan.

Hal itu disampaikan Agus Riyanto, menanggapi para PKL yang mengadukan nasibnya dan menilau tempat relokasi yang kurang layak di Pasar Klitikan Penggaron di Ruang Komisi B, Selasa (17/4).

“Kami mengapresiasi sebagian pedagang yang sudah pindah, karena sudah ada pedagang yang sudah pindah sendiri meskipun tempatnya dinilai masih kurang layak. Kemampuan pedagang memang berbeda-beda,’’ kata Agus.

“Pemerintah Kota Semarang harus memperhatikan nasib PKL Barito di Mlatiharjo, Semarang Timur, yang akan direlokasi dari bantaran Sungai Banjir Kanal Timur. Proyek normalisasi sungai tersebut tidak boleh terlalu merugikan para PKL,” pinta Agus.

Meskipun Pemerintah Kota Semarang diwajibkan menyediakan dan membersihkan lahan bantaran sungai untuk normalisasi BKT yang merupakan proyek nasional, lanjut Agus, namun relokasi PKL tetap harus memperhatikan standar dan kenyamanan.

‘’Kasihan PKK kalau mereka pindah tapi tempatnya tidak layak atau belum siap. Mereka siap ditempatkan atau direlokasi dimana saja, tapi harapan mereka tempatnya harus sudah siap untuk dipakai aktifitas berjualan,’’ kata politisi PKS itu. (is)

 

24

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *