Optimalkan Objek Wisata, Pemkot Semarang Gandeng Investor

SEMARANG (Asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku belum mengetahui berapa anggaran yang dibutuhkan untuk mengembangkan dua objek wisata, yakni Taman Lele dan Hutan Wisata Tinjomoyo. Saat ini, Pemkot Semarang masih menunggu perjanjian kerja sama (PKS) dengan pihak ketiga.

“Sekarang baru buat MoU, nanti dilanjutkan PKS. Rencananya, pihak investor akan melakukan pembangunan selama satu tahun. Mudah-mudahan, tahun depan sudah selesai pembangunannya,” ujarnya

Wali Kota yang akrab disapa Hendi menambahkan langkah menggandeng investor untuk pengembangan wisata Taman Lele dan Hutan Wisata Tinjomoyo sebagai upaya pengelolaan dua objek wisata tersebut supaya lebih optimal.

“Karena selama ini belum optimal, terutama dari sisi pendapatan. Pengelolaan juga kurang sesuai harapan. Problemnya, anggaran pasti, kemudian kemampuan sumber daya manusia (SDM),” katanya.

Hendi mengungkapkan kemampuan SDM masih harus belajar untuk pengelolaan sektor pariwisata secara profesional yang selama ini belum bisa dilakukan jajaran Pemkot Semarang.

“Ini mumpung ada pihak swasta yang sudah profesional. Kemudian, ada beberapa tempat yang sudah mereka kelola di antaranya Cimory. Kayaknya cocok untuk dikembangkan,” pungkasnya. (is)

 

33

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan