Maret 2018, Tekstil, Kayu, Barang Hasil Pabrik Masih Dominasi Ekspor Jateng

SEMARANG (Asatu.id) – Bulan Maret 2018, Nilai ekspor Jawa Tengah mencapai US$ 571,54 juta atau mengalami peningkatan sebesar 12,26 persen dibanding ekspor Februari 2018 (US$ 509,11 juta). Sedangkan dibandingkan dengan Maret 2017 (year on year) ekspor Jawa Tengah naik sebesar US$ 47,82 juta (9,13 persen). Ekspor kumulatif Januari-Maret 2018 mencapai US$ 1.620,50 juta naik 12,04 persen dari ekspor kumulatif Januari-Maret 2017 (US$ 1.446,35).

Kepala Bidang Statistik dan Distribusi Sri Herawati mengatakan  peningkatan nilai ekspor Maret 2018 disebabkan oleh naiknya ekspor komoditas non migas dari Jawa Tengah sebesar 10,55 persen yaitu dari US$ 492,63 juta (Februari 2018) menjadi sebesar US$ 544,60 juta (Maret 2018).

“Begitu pula untuk komoditas migas pada bulan Maret 2018 juga mengalami peningkatan sebesar 63,56 persen (dari US$ 16,47 juta pada bulan Februari 2018 menjadi US$ 26,94 juta pada Maret 2018,” ucapnya, Senin (16/4).

Ditambahkan Sri, tiga kelompok komoditas yang mempunyai nilai ekspor tertinggi selama periode Januari-Maret 2018 adalah Tekstil dan barang Tekstil,  Kayu dan barang dari Kayu, serta Bermacam barang hasil pabrik.

“Nilai ekspor untuk ketiga kelompok komoditas tersebut pada bulan Maret 2018 masing-masing sebesar US$ 234,67 juta, US$ 87,55 juta, dan US$ 67,30 juta, sehingga periode Januari-Maret 2018 kumulatif pangsa pasar masing-masing sebesar 42,80 persen, 15,51 persen dan 11,83 persen terhadap total ekspor Jawa Tengah,” ujarnya. (is)

 

15

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan